MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Penguatan bisnis dan kolaborasi menjadi fokus Telkom Business Circle – Balikpapan yang mempertemukan reseller Internet Service Provider (ISP) dan para pelaku usaha di Balikpapan.

Kegiatan yang digelar Telkom Indonesia melalui Divisi Regional Small Medium Enterprise Service (RSMES) bersama Witel Balikpapan tersebut berlangsung dalam format talkshow di Ruang Akhlak Telkom Regional 4 Kalimantan, Kamis (3/9/2026).
Head of GTM Approach Telkom, Anugrah Ramadhan Harry, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi Telkom dan mitra untuk berdiskusi secara lebih terbuka mengenai perkembangan bisnis serta peluang yang dapat dikembangkan bersama.
“Kami ingin forum ini tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman. Dari sini kami bisa memahami kebutuhan mitra dan bersama-sama melihat peluang bisnis yang bisa dikembangkan,” ujar Anugrah.
Menurutnya, dinamika industri digital membuat pelaku usaha perlu memiliki strategi yang tepat dalam membaca pasar.
“Pasar terus bergerak dan kebutuhan pelanggan juga berubah. Karena itu, pendekatan go-to-market menjadi penting agar produk dan layanan yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.
Dalam talkshow tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai kesiapan produk dan layanan wireless dari OFF.1 Wireless Product Readiness, Januar Budi Laksono.
Januar mengatakan kesiapan produk menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kebutuhan bisnis yang semakin bergantung pada konektivitas.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada mitra mengenai kesiapan produk dan layanan, sehingga mereka dapat melihat bagaimana solusi yang tersedia bisa menjawab kebutuhan pelanggan di lapangan,” ujar Januar.
Selain aspek produk dan strategi bisnis, pembahasan juga mencakup aspek legal dalam kerja sama bisnis. OFF 2 Legal Biz Contract & Transact Comp, Oscar Alaska Samosir, memberikan pemahaman mengenai pentingnya aspek hukum dalam kontrak dan transaksi.
“Dalam menjalankan kerja sama bisnis, aspek legal tidak boleh dianggap sebagai formalitas saja. Kontrak harus dipahami oleh seluruh pihak agar hak dan kewajiban masing-masing jelas sejak awal,” kata Oscar.
Ia menilai pemahaman terhadap kontrak dapat membantu pelaku usaha meminimalkan potensi persoalan dalam menjalankan kerja sama.
“Ketika setiap pihak memahami isi dan konsekuensi dari sebuah perjanjian, kerja sama akan menjadi lebih sehat dan memiliki dasar yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, GM Witel Balikpapan, Kus Indartama, mengatakan Telkom Business Circle merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan mitra dan pelaku usaha.
“Kami ingin membangun hubungan yang produktif dengan mitra. Bukan hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga bagaimana kita dapat tumbuh bersama dan menciptakan peluang yang memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ujar Kus.
Menurut Kus, komunikasi secara langsung dengan reseller dan business owner penting untuk mendapatkan masukan mengenai kondisi bisnis di lapangan.
“Masukan dari mitra sangat penting bagi kami. Dari diskusi seperti ini, kami bisa mengetahui tantangan yang mereka hadapi sekaligus mencari ruang kolaborasi yang bisa dikembangkan,” katanya.
Talkshow tersebut juga menghadirkan Jeremi Hafidz, Founder & CEO PT APM Pengembangan SDM (eduAPM), yang merupakan praktisi dan pakar UMKM business.
Jeremi menekankan pentingnya penguatan kapasitas bisnis dan sumber daya manusia agar pelaku usaha mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan.
“Bisnis yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan produk yang bagus. Pelaku usahanya juga harus terus meningkatkan kapasitas, memahami pasar, dan mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujar Jeremi.
Ia mengatakan kolaborasi antara pelaku usaha dan berbagai pihak dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengetahuan sekaligus membuka peluang baru.
“Forum seperti ini penting karena pelaku usaha bisa mendapatkan perspektif dari berbagai sisi. Ada teknologi, ada aspek legal, ada strategi pemasaran, dan ada pengalaman dari praktisi bisnis. Semua itu saling berkaitan dalam pengembangan usaha,” katanya.
Melalui sesi diskusi, para peserta memperoleh wawasan mengenai pendekatan go-to-market, kesiapan produk dan layanan, aspek legal dalam kontrak dan transaksi, hingga pengembangan kapasitas bisnis dan sumber daya manusia.
Telkom menilai kolaborasi antara perusahaan, reseller ISP, dan business owner menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis yang semakin kuat.
Anugrah mengatakan Telkom akan terus membuka ruang komunikasi dengan mitra dan pelaku usaha.
“Kami berharap engagement ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Justru setelah ini kami ingin komunikasi terus berjalan dan peluang kolaborasi yang muncul dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Melalui Telkom Business Circle – Balikpapan, Telkom Regional 4 Kalimantan bersama Witel Balikpapan berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang produktif dengan mitra dan pelaku usaha.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, berbagi pengetahuan, serta mendorong pelaku usaha agar semakin adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
“Kami ingin tumbuh bersama dengan mitra. Ketika mitra berkembang, tentu ekosistem bisnis juga akan semakin kuat,” tutup Kus. (Imy)









