Pertamina Perkuat Mitigasi Karhutla di Kawasan Konservasi Samboja

Redaksi IDC | Thursday, 10 September 2026 | 17:40
WhatsApp Image 2026-09-10 at 20.26.13

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan menyerahkan satu unit pompa pemadam kebakaran portabel bertekanan tinggi kepada Yayasan Jejak Pulang di Samboja, Kalimantan Timur.

Bantuan tersebut diberikan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sekitar Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja yang menjadi salah satu lokasi penting dalam upaya rehabilitasi orangutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap perlindungan lingkungan sekaligus penguatan kapasitas lembaga konservasi dan masyarakat.

“Melalui bantuan ini, kami ingin mendukung kesiapsiagaan Yayasan Jejak Pulang bersama masyarakat dalam merespons potensi kebakaran sejak dini, terutama di lokasi dengan akses terbatas,” kata Edi, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, keberadaan pompa pemadam portabel diharapkan dapat mempercepat penanganan awal apabila terjadi kebakaran sehingga api tidak meluas ke kawasan hutan.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah api meluas, melindungi kawasan hutan, serta mendukung keberlanjutan rehabilitasi orangutan di Samboja,” ujarnya.

KHDTK Samboja memiliki luas sekitar 3.517,53 hektare. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi untuk penelitian dan pengelolaan hutan, tetapi juga menjadi lokasi Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang yang mendukung proses rehabilitasi orangutan.

Pompa pemadam yang diberikan memiliki bentuk portabel sehingga dapat lebih mudah dimobilisasi menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan. Peralatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan Yayasan Jejak Pulang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kelurahan Sungai Merdeka dan wilayah sekitarnya.

Dengan dukungan peralatan tersebut, penanganan api pada tahap awal diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran berkembang dan mengancam kawasan konservasi.

General Manager Yayasan Jejak Pulang Rahmad Novirsal mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan terhadap upaya perlindungan kawasan dan konservasi orangutan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan yang terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan konservasi orangutan,” kata Rahmad.

Ia mengatakan, dukungan peralatan pemadam menjadi penting karena sebagian kawasan yang perlu dijaga memiliki akses terbatas.

“Dukungan dalam mitigasi kebakaran ini sangat penting untuk menghadapi ancaman kebakaran yang dapat mengganggu kawasan KHDTK di Samboja,” ujarnya.

Menurut Rahmad, keterlibatan masyarakat melalui MPA juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya deteksi dan penanganan awal karhutla.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu melindungi kawasan hutan, tetapi juga memastikan kegiatan konservasi dan rehabilitasi orangutan tetap dapat berjalan.

Edi mengatakan Pertamina akan terus mendorong kerja sama dengan lembaga konservasi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Menjaga kawasan konservasi membutuhkan peran bersama. Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan awal karhutla, sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan proses rehabilitasi orangutan dapat terus berlangsung,” katanya. (Imy)