Kemarau Ganggu Dua IPA, Pelayanan Air PTMB Tak Maksimal

Redaksi IDC | Tuesday, 08 September 2026 | 18:32
18005

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN – Kemarau panjang mulai mengganggu produksi dan pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyebut dua dari sembilan instalasi pengolahan air (IPA) mengalami gangguan cukup signifikan. Kedua instalasi tersebut yakni IPA Teritip dan IPA Km 12.

Direktur Teknik PTMB M. Kohiruddin mengatakan, penurunan kapasitas produksi terjadi akibat kondisi sumber air yang terdampak musim kemarau.

“Dari sembilan pengolahan yang kami miliki, ada dua layanan IPA pengolahan yang agak sedikit terganggu,” kata Kohiruddin.

Ia menjelaskan, IPA Teritip yang dalam kondisi normal mampu memproduksi sekitar 200 hingga 220 liter per detik, kini hanya menghasilkan sekitar 100 hingga 110 liter per detik.Sementara itu, gangguan lebih berat terjadi di IPA Km 12. Instalasi yang biasanya mampu memproduksi 80 hingga 100 liter per detik tersebut belum dapat beroperasi secara normal.

“Km 12 yang biasanya sampai 80 atau 100, sekarang mati total dan hanya bisa mungkin beroperasi di sore atau malam hari saja,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak terhadap durasi pelayanan air kepada pelanggan di wilayah kedua IPA.

PTMB meminta masyarakat memahami apabila distribusi air tidak dapat berlangsung selama 24 jam seperti biasanya.

“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” jelasnya.

Kohiruddin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air, meski belum optimal seperti kondisi normal.“Jadi tetap mendapatkan air, hanya memang tidak maksimal seperti biasanya,” katanya.

Sementara itu, pelayanan pada tujuh IPA lainnya masih berjalan seperti biasa. Gangguan yang terjadi, jika ada, hanya bersifat kecil, seperti kebocoran jaringan, dan akan segera dilakukan perbaikan.

Kemarau Diprediksi Berlanjut hingga Oktober PTMB juga mewaspadai kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

Kohiruddin mengatakan, berdasarkan hasil rapat terakhir bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat lalu, musim kemarau masih berpotensi terjadi hingga September dan Oktober.

“Berdasarkan rapat terakhir di hari Jumat dengan BMKG, di bulan Oktober kemarau itu masih ada,” ungkapnya.

Untuk menjaga kebutuhan air pelanggan, PTMB melakukan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya memperkuat distribusi air melalui truk tangki.

“Memang kami masih melakukan langkah-langkah mitigasi, khususnya untuk memastikan kebutuhan air pelanggan tetap terpenuhi,” katanya.

PTMB saat ini menyiapkan 17 unit truk tangki yang disebar ke tiga titik pelayanan. Setiap truk memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter atau 5 meter kubik. Dalam sehari, satu unit truk dapat melakukan hingga lima kali perjalanan pengantaran, bergantung pada jarak dan kondisi akses menuju lokasi pelanggan.

“Kalau sehari satu unit itu bisa sampai lima rit. Karena memang titik antarannya bervariasi. Ada yang sangat jauh sehingga cukup memakan waktu. Ada yang daerahnya dekat, tapi kadang akses masuknya agak susah,” jelas Kohiruddin.

Namun, tingginya permintaan membuat tidak seluruh keluhan masyarakat dapat langsung dilayani.

“Permintaannya cukup tinggi. Mengingat hampir dua bulan ini tidak ada hujan, jadi memang masyarakat sangat bergantung sekali dengan air tangki seperti itu,” katanya.

Pelanggan Dapat Subsidi Air TangkiUntuk pelanggan PTMB, distribusi air menggunakan truk tangki juga mendapatkan subsidi dari perusahaan.

Kohiruddin menjelaskan, berdasarkan Peraturan Wali Kota Balikpapan tahun 2014, tarif yang dibayarkan pelanggan untuk satu tangki air sebesar Rp50.000. Sementara itu, biaya transportasi yang dikeluarkan PTMB mencapai sekitar Rp250.000 per tangki. Dengan demikian, perusahaan memberikan subsidi sekitar Rp200.000 untuk setiap pengiriman kepada pelanggan.

“Satu tangki ada 5.000 liter atau 5 kubik. Kalau biaya berdasarkan Perwali tahun 2014, satu tangki itu Rp50.000 untuk pelanggan. Sebenarnya kami membayar ongkos transportasinya Rp250.000. Jadi ada Rp200.000 yang kami subsidi untuk pelanggan,” bebernya.

Ia menegaskan, subsidi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PTMB dalam memastikan pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi kemarau.

“Ini sebagai tanggung jawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, tarif distribusi air tangki bagi masyarakat yang bukan pelanggan PTMB berbeda dengan tarif khusus pelanggan.Kohiruddin menambahkan, PTMB tidak dapat memastikan secara detail kondisi cuaca dan curah hujan di seluruh wilayah Balikpapan karena informasi tersebut merupakan kewenangan BMKG.

“Kami hanya tahunya ada air di waduk. Kita juga tidak tahu apakah di utara, di Waduk Manggar, atau di Teritip ada hujan. Kami juga belum ter-update informasi seperti itu,” katanya.

Meski demikian, PTMB terus memantau ketersediaan air baku yang menjadi bagian dari sistem pelayanan perusahaan.“Rapat hari Jumat terakhir disampaikan September sampai dengan Oktober masih kemarau,” pungkas Kohiruddin.(Imy)