Tingkatkan Keandalan Fasilitas, Produksi Lapangan Handil PHM Naik 5 Persen

Redaksi IDC | Friday, 08 May 2026 | 11:21
phm 8 mei

MEDIAONLINEIDC.COM; KUTAI KARTANEGARA– PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat kenaikan produksi minyak di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, setelah menyelesaikan Program Handil Rejuvenation dan perawatan fasilitas produksi di Central Processing Area (CPA). Produksi lapangan tersebut kini mencapai 15.020 barel minyak per hari (bopd), atau naik sekitar 5 persen dibandingkan sebelum planned shutdown dilakukan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto mengatakan peningkatan produksi ditopang oleh performa sistem proses dan kompresor yang lebih optimal pasca-perawatan fasilitas produksi.

“Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” ujar Sunaryanto dalam keterangan resmi.

Lapangan Handil merupakan salah satu lapangan minyak utama di Wilayah Kerja Mahakam yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Melalui Program Handil Rejuvenation, PHM melakukan revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi guna memperpanjang usia operasi lapangan mature serta menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Program tersebut mencakup planned shutdown atau penghentian operasi sementara secara terencana untuk kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan fasilitas. Kegiatan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing dilaksanakan pada 8–19 April 2026 bersamaan dengan perawatan fasilitas CPA.

Selain itu, PHM juga menjalankan sejumlah pekerjaan peningkatan integritas fasilitas produksi, antara lain perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi pipa menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI), hingga modernisasi sistem keselamatan operasi.

PHM turut mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter serta melakukan retrofit Distributed Control System (DCS) dan Fire & Gas (F&G) System untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan fasilitas produksi.

Sunaryanto menegaskan program rejuvenation menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga integritas aset dan mendukung ketahanan energi nasional.

“Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” katanya.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi menambahkan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang ketat. Kegiatan full shutdown tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan total 241.176 jam kerja.

Menurut Setyo, proyek berhasil diselesaikan satu hari lebih cepat dari target awal tanpa recordable injury serta dengan realisasi kehilangan produksi yang lebih rendah dibanding estimasi.

PHM merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, di bawah pengawasan SKK Migas. Perusahaan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. (Imy)