PLN dan Komisi XII DPR RI Perkuat Sinergi Perluas Akses Listrik di Kaltim-Kaltara

Redaksi IDC | Wednesday, 05 August 2026 | 21:05
AKSES

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memperkuat sinergi dengan Komisi XII DPR RI dalam upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk mendukung percepatan pemerataan elektrifikasi melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Program Listrik Desa (Lisdes).

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan dukungan Komisi XII DPR RI menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan sektor ketenagalistrikan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

“Kolaborasi dengan Komisi XII DPR RI merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan ketenagalistrikan. Dukungan terhadap program-program strategis PLN memberikan optimisme bagi kami untuk terus memperluas jangkauan layanan serta memastikan masyarakat memperoleh akses listrik yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Chaliq, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tantangan geografis Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pemerataan layanan kelistrikan dapat berjalan lebih cepat.

“Kami terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur kelistrikan, peningkatan keandalan jaringan distribusi, digitalisasi layanan pelanggan, hingga percepatan elektrifikasi di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi PLN dalam menghadirkan layanan yang lebih responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Bagi kami, listrik bukan hanya soal energi. Listrik adalah enabler pembangunan. Kehadirannya membuka peluang tumbuhnya usaha produktif, meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar,” ungkapnya.

Karena itu, Chaliq menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami percaya kolaborasi antara PLN, DPR RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor utama untuk mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus memperkuat ketahanan energi di daerah,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program strategis PLN yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi, khususnya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik dan Program Listrik Desa.

“Kami mendukung penuh berbagai program PLN dalam memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik dan Program Listrik Desa. Kehadiran listrik merupakan investasi sosial yang memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Syafruddin, listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor.

“Akses listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan potensi wilayah. Karena itu, sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PLN perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN UID Kaltimra optimistis pemerataan akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dapat terus dipercepat. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, sinergi ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. (Imy)