MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Program peningkatan akses air bersih bagi masyarakat Kariangau, Balikpapan Barat, resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan penandatanganan tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, serta Kecamatan Balikpapan Barat di Auditorium Balai Kota Balikpapan pada Selasa (05/08/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik; Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati A.; Camat Balikpapan Barat Erwin; Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia Febrina Fransisca Sianturi dan Presiden Direktur PT AGPA Refinery Complex (ARC) Kim Sang Real. Program tersebut dinamai WASH Kariangau yang mana dalam pelaksanaannya berupa kolaborasi tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam memperluas akses air bersih sekaligus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Febrina Fransisca Sianturi, mengatakan program tersebut lahir dari kondisi yang ditemui di lapangan, di mana masyarakat Kariangau masih kesulitan memperoleh air layak konsumsi karena tingginya kadar garam pada sumber air.
“Saat kami datang ke Kariangau beberapa waktu lalu, kami melihat masyarakat masih harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mendapatkan air bersih atau air yang layak digunakan. Kondisi ini menjadi perhatian kami karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Febrina saat menyampaikan sambutan.
Febrina berujar, letak Kariangau yang berada di kawasan pesisir membuat kualitas air tidak dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. ia mengatakan Kariangau merupakan wilayah yang berdekatan dengan laut sehingga airnya memiliki kadar garam yang tinggi.
“Karena itu, kami berkomitmen membantu menghadirkan solusi agar masyarakat memiliki akses terhadap air yang aman,” ujarnya.
Kata Febrina menjelaskan melalui program WASH Kariangau, GNI akan membangun instalasi sistem pengolahan air bersih di lingkungan sekolah agar dapat dimanfaatkan oleh guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Pihaknya akan memasang sistem pengolahan air bersih sehingga tenaga pendidik dan peserta didik memiliki akses terhadap air yang aman untuk mendukung proses belajar mengajar.
Selain itu, kata Febrina, sebanyak lima sumur bor komunal juga akan dibangun untuk memperluas jangkauan layanan air bersih bagi masyarakat luas yang bermukim di Kariangau.
“Kami juga akan membangun lima titik sumur bor yang diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kariangau. Ini merupakan tahun kedua kerja sama kami dan semoga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya optimis.
Febrina menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola fasilitas yang tersedia. Menurutnya, selama ini banyak fasilitas publik yang sudah dibangun oleh pemerintah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal karena belum ada sistem pengelolaan di masyarakat.
Untuk itu pihaknya juga akan membentuk komite pengelolaan air di setiap RT yang menerima fasilitas layanan air bersih tersebut.
“Komite tersebut nantinya akan berperan mengelola fasilitas sekaligus mengambil keputusan terkait pemanfaatan air bersih,” kata Febrina.
“Kami juga akan memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta penggunaan fasilitas air secara bertanggung jawab. Harapannya masyarakat mampu mengelola fasilitas ini secara mandiri sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT AGPA Refinery Complex (ARC) Kim Sang Real, mengatakan program tersebut merupakan lanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin antara ARC dan GNI sejak 2024.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang telah memfasilitasi penandatanganan kerja sama ini. Saya juga berterima kasih kepada Gugah Nurani Indonesia yang telah menjadi mitra kami selama proses persiapan program,” ujarnya.
Kim menjelaskan, kerja sama sebelumnya difokuskan pada penguatan sektor pendidikan melalui pembangunan ruang kelas e-learning di dua SMK di Balikpapan, peningkatan kapasitas guru berbasis teknologi informasi, serta penyediaan perangkat pembelajaran.
Berbekal pengalaman tersebut, ARC kembali memperkuat kontribusinya melalui program penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Kariangau.
“Pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah melihat banyak siswa penerima manfaat program tersebut kemudian bergabung menjadi bagian dari tenaga kerja ARC. Kami melihat bagaimana pendidikan mampu membuka jalan menuju lapangan kerja dan ikut mendorong pertumbuhan masyarakat,” katanya.
“Program ini mencakup pemasangan sistem pengolahan air di sekolah, edukasi WASH, pengujian kualitas air, edukasi kesehatan masyarakat, hingga pembangunan sumur bor komunal beserta sistem pengelolaan yang dijalankan oleh masyarakat,” jelas Kim.
Ia mengatakan tiga PKS yang ditandatangani menjadi dasar pelaksanaan program yang akan menjangkau lebih dari seribu penerima manfaat.
“Melalui kemitraan ini, lebih dari seribu warga, termasuk siswa dan tenaga pendidik di SDN 020 dan SMPN 16 Balikpapan serta sekitar 40 kepala keluarga di Kariangau, akan memperoleh akses terhadap air yang lebih aman,” ungkapnya.
Kim menegaskan perusahaan akan terus memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“ARC dapat menjalankan operasinya di sini karena adanya kepercayaan dan kerja sama masyarakat Balikpapan dan Kariangau. Kami percaya tumbuh bersama masyarakat bukanlah sebuah pilihan, melainkan tanggung jawab. Jika program ini berhasil, kami akan terus memperluas keterlibatan sosial ARC di Balikpapan dan wilayah sekitarnya,” ujarnya antusias. (Imy)









