TP2DD Balikpapan, Paser dan PPU Luncurkan Digitalisasi Retribusi Berbasis QRIS

Redaksi IDC | Tuesday, 09 December 2025 | 12:09
1000642693

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan digitalisasi retribusi daerah berbasis kanal pembayaran digital dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Kamis (04/12/2025).

HLM TP2DD yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan ini mengusung tema “Mendorong Transformasi Digital untuk Layanan Publik dan Ketahanan Fiskal yang Andal”, sebagai upaya memperkuat transparansi transaksi keuangan daerah serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi, mengatakan bahwa digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah menjadi salah satu fokus utama kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia ke depan.

“Bank Indonesia terus mengarahkan kebijakan sistem pembayaran untuk memperkuat stabilitas sekaligus mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional, termasuk melalui percepatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah,” kata Robi.

Robi menjelaskan, digitalisasi tersebut dilakukan dengan menghadirkan sistem pembayaran yang CeMuMuAH—Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal—guna memperluas inklusi keuangan digital serta meningkatkan kualitas layanan publik.

“Komitmen Bank Indonesia dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diwujudkan melalui pengembangan ekosistem sistem pembayaran digital, antara lain lewat QRIS, Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta inovasi Standar Nasional Open API Payment (SNAP),” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, mendorong seluruh anggota TP2DD untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendigitalisasi layanan publik.

“Digitalisasi layanan publik harus mampu menciptakan efisiensi proses bisnis, sekaligus memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat,” ujar Mudyat.

Sementara itu, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, mengatakan pentingnya implementasi digitalisasi secara menyeluruh di semua lapisan pemerintahan daerah.

“Digitalisasi tidak boleh setengah-setengah. Ekosistem digital yang terbangun dengan baik akan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah dan mengoptimalkan pelayanan publik,” katanya menegaskan.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, yang mewakili Wali Kota Balikpapan, menyoroti perlunya penguatan regulasi serta infrastruktur teknologi informasi.“Penguatan regulasi dan infrastruktur TIK menjadi kunci agar inovasi digital dapat berkelanjutan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah,” jelas Muhaimin.

Dalam kesempatan tersebut, BI Balikpapan mencatat kinerja positif implementasi QRIS di wilayah Kalimantan Timur. Hingga triwulan III 2025, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan tercatat mencapai 263 ribu merchant atau tumbuh 24,42 persen secara tahunan.“Nominal transaksi QRIS telah mencapai Rp5,7 triliun dengan volume 47 juta transaksi, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Robi.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya akseptasi QRIS di Kalimantan Timur yang telah mencapai 735 ribu pengguna.Sebagai bagian dari HLM TP2DD, dilakukan pula launching digitalisasi retribusi menggunakan QRIS, meliputi retribusi parkir di Kawasan Balikpapan Permai, Kota Balikpapan; retribusi pasar/pertokoan serta persampahan di Kabupaten Penajam Paser Utara; serta retribusi pedagang pasar di Kabupaten Paser.

“Digitalisasi retribusi ini diharapkan dapat mempermudah pembayaran, meningkatkan kepatuhan masyarakat, serta memperkuat transparansi transaksi pemerintah daerah,” ujar Robi.

Selain itu, TP2DD Balikpapan, Paser dan PPU juga menandatangani komitmen bersama untuk melakukan pengkinian roadmap TP2DD serta memperkuat evaluasi dan monitoring secara berkala melalui pelaksanaan HLM.Rangkaian kegiatan ini turut diikuti dengan capacity building bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 3 Desember 2025, sekaligus evaluasi kinerja Championship TP2DD 2025.Dalam ajang tersebut, TP2DD Kota Balikpapan berhasil meraih penghargaan sebagai TP2DD Terbaik Kategori Kota di Wilayah Kalimantan.

Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat lonjakan kinerja signifikan, dari peringkat 34 pada 2024 menjadi peringkat 9 pada 2025 untuk kategori kabupaten se-Kalimantan. (*/ Imy)