Live TikTok 11 Jam di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Redaksi IDC | Thursday, 12 March 2026 | 12:32
c3a70645-e03f-4a35-81cd-1ca7259d6497

MEDIAONLINEIDC.COM; JAKARTA – Perjalanan mudik yang biasanya identik dengan kekhawatiran sinyal hilang di tengah jalan kini dibuktikan bisa tetap terkoneksi. Hal itu ditunjukkan oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik” yang berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik.

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya melakukan siaran langsung di TikTok selama 11 jam tanpa terputus. Sepanjang perjalanan, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya ikut merasakan pengalaman “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung dari dalam mobil.

Berbagai aktivitas dilakukan selama siaran berlangsung, mulai dari obrolan santai, berbagi cerita perjalanan, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu. Beberapa di antaranya dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Dr. Gian Pratama, serta Ustaz Alfie.

Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan perjalanan tersebut menjadi pengalaman menarik karena teknologi kini memungkinkan masyarakat tetap terhubung di sepanjang perjalanan.

“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” ujar Dave dan Iwet.

Keberhasilan livestream selama perjalanan tersebut juga didukung kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik.

Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, perjalanan ini sekaligus menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik yang padat mobilitas. Pada periode tersebut, pelanggan membutuhkan koneksi stabil untuk navigasi, komunikasi dengan keluarga, transaksi digital hingga hiburan selama perjalanan.

Untuk mendukung hal itu, Indosat melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan lebih dari 790 titik Point of Interest (POI). Lokasi tersebut meliputi gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan momen mudik merupakan waktu ketika kualitas jaringan benar-benar diuji.

“Perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Jutaan orang bergerak di waktu yang sama, dan pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, berbagi momen, melakukan navigasi, serta menikmati perjalanan tanpa gangguan,” ujarnya.

Ia menegaskan Indosat berkomitmen memastikan jaringan tetap andal di sepanjang jalur mudik agar pelanggan dapat terus terhubung.

“Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka,” tambah Vikram.

Dalam pengukuran internal selama ekspedisi tersebut, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream tercatat mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah sekalipun, koneksi tetap memadai dengan kecepatan sekitar 15 Mbps sehingga siaran langsung tetap berjalan stabil.

Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan jaringan, teknologi yang semakin relevan, perlindungan digital yang lebih kuat, serta kepedulian sosial bagi masyarakat.

Rekor MURI ini sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik bukan hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, menyapa keluarga, dan menikmati perjalanan di setiap kilometer menuju kampung halaman. (Imy)