Bidik Pasar Ekspor, Bownles Food Racik Amplang Sesuai Selera Konsumen Mancanegara

Redaksi IDC | Tuesday, 28 July 2026 | 10:40
Owner Bownles Food Santi Indriyana, saat Talkshow IDC Inspirasi Bisnis di Studio IDC FM pada Selasa (28/ 07/ 2026) pagi.
Owner Bownles Food Santi Indriyana, saat Talkshow IDC Inspirasi Bisnis di Studio IDC FM pada Selasa (28/ 07/ 2026) pagi.

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Pelaku UMKM asal Balikpapan Kalimantan Timur, Bownles Food, terus mempersiapkan amplang agar mampu bersaing di pasar internasional. Selain menerapkan standar keamanan pangan dan melengkapi berbagai sertifikasi, produsen olahan ikan yang dikembangkan Kelompok Berkah Abadi Bersama ini juga menyesuaikan cita rasa dan kemasan produk dengan karakter konsumen di negara tujuan ekspor.

Owner Bownles Food Santi Indriyana, saat Talkshow IDC Inspirasi Bisnis di Studio IDC FM pada Selasa (28/ 07/ 2026) pagi.

“Kalau ke luar negeri itu ada beberapa kemasan yang kita siapkan. Karena kita lihat culture dari negara itu seperti apa. Korea sukanya pedas, rasa asinnya agak tinggi kami ikutin. Kalau Eropa dan Amerika lebih senang yang bawang putihnya agak tinggi sama rasa asin dibawah standar. jadi memang masing-masing supaya kami bisa diterima kami menyesuaikan, ujar Owner Bownles Food Santi Indriyana, saat Talkshow IDC Inspirasi Bisnis di Studio IDC FM pada Selasa (28/ 07/ 2026) pagi.

“Bukan hanya kemasannya yang kami sesuaikan, tetapi juga produknya. Kami ingin ketika konsumen luar negeri mencoba amplang, mereka bisa menikmati produk yang sesuai dengan preferensi mereka tanpa menghilangkan identitas khas Kalimantan Timur,” ujarnya lagi.

Kata Santi menjelaskan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan produk olahan ikan khas Kalimantan Timur ke pasar global. Menurutnya, adaptasi produk menjadi salah satu kunci agar amplang mampu bersaing dengan berbagai produk makanan ringan dari negara lain.

“Selain menyesuaikan cita rasa, kami juga mengubah desain kemasan menggunakan bahasa Inggris agar lebih mudah dipahami oleh konsumen internasional. Salah satunya melalui penggunaan nama “Tiger Claw Cracker” untuk produk amplang kuku macan dan “Fish Ball” untuk amplang ikan tenggiri,” ujarnya optimis.

Meski masih tergolong usaha yang baru berkembang, Bownles Food telah beberapa kali mengikuti business matching yang difasilitasi Dinas Perdagangan Kota Balikpapan maupun Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur. Berbagai sampel produk juga telah dikirim ke sejumlah negara sebagai bagian dari penjajakan pasar.

Saat ini, Bownles Food tengah mempersiapkan pengiriman sampel amplang dan keripik ikan ke Philadelphia, Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya membuka peluang ekspor.

“Kami masih belajar dan banyak proses yang kami jalani secara otodidak. Tidak semua negara membutuhkan produk kami, jadi kami terus mencari pasar yang memang memiliki minat terhadap camilan berbahan ikan berkualitas,” kata Santi antusias.

Kata Santi menjelaskan, sejak Kelompok Berkah Abadi Bersama berdiri pada 2023, pihaknya berkomitmen menerapkan standar produksi yang ketat agar produknya memenuhi persyaratan pasar modern maupun ekspor.

Ia mengaku sangat konsen pada sertifikasi seperti BPOM karena ingin bersaing masuk ke toko modern sekaligus mengikuti program pemerintah untuk go export. Komitmen tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Hasil Sertifikasi Standar (HSSI) melalui Dinas Perdagangan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam pengembangan pasar ekspor.

Menurut Santi, kualitas bahan baku menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pasar internasional. Seluruh ikan yang digunakan harus dalam kondisi segar dengan suhu penyimpanan tidak lebih dari empat derajat Celsius. Pemeriksaan dilakukan menggunakan termometer serta melalui pengecekan kondisi fisik ikan, mulai dari mata yang bening, insang merah, kulit yang kencang, hingga tekstur daging yang kembali seperti semula setelah ditekan.

“Kalau berhadapan dengan pembeli luar negeri, semua harus ada bukti. Karena itu kami menerapkan standar BPOM dan SOP yang ketat agar produk benar-benar aman, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar internasional,” tegasnya.

Inovasi Mengolah Ikan Bete-bete

Santi mengatakan Kelompok Berkah Abadi Bersama juga terus mengembangkan inovasi produk. Satu diantarannya melalui High Protein Fish Crunch berbahan dasar ikan bete-bete. Informasi yang ia peroleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Balikpapan, hasil tangkapan ikan bete-bete cukup melimpah namun belum diolah secara maksimal karena harga jualnya yang tergolong murah.

“Selama ini ikan bete-bete banyak dibuang karena hanya 2000 rupiah per kilo nya. Kami berencana menggandeng para istri nelayan untuk mengolah ikan tersebut Jadi istri-istri nelayan mem-fillet ikan terse”but dan nanti kami beli dengan harga sampai tiga kali lipat,” ujar Santi.

“Jadi selain memanfaatkan hasil tangkapan ikan bete-bete yang melimpah, kami juga turut membantu ekonomi nelayan di Balikpapan. Kami sedang persiapan untuk itu,” kata Santi menambahkan.

Selain amplang ikan tenggiri, Kelompok Berkah Abadi Bersama juga memproduksi beragam olahan hasil laut, seperti udang krispi, kerupuk kulit kepiting, bakso ikan, hingga amplang yang disajikan bersama sambal cocolan.

“Kelompok usaha kami juga mengembangkan produk olahan udang rendah histamin sehingga lebih aman dikonsumsi, termasuk bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap udang,” ujarnya seraya tersenyum.

Sebagai informasi, produk Bownles Food dapat diperoleh di sejumlah toko oleh-oleh di Balikpapan seperti Batu Bara, Jenebora, Bonting dan Koperasi Rumah Sakit Pertamina. Produk juga bisa dibeli di rumah produksi Bowles Food di Mufakat Dua, Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai Bahagia, dekat Hotel MaxOne Balikpapan

Bownles Food menyediakan berbagai pilihan kemasan mulai dari 40 gram, 60 gram, 100 gram hingga kemasan keluarga, serta melayani pembelian dalam jumlah besar maupun repacking sesuai kebutuhan pelanggan.

“Harga jual mulai dari 10 ribu rupiah untuk kemasan 40 gram sampai dengan 80 ribu rupiah untuk kemasan 500 gram. Kami juga sediakan paket traveling di harga 120 ribu rupiah dan ada juga family pack 80 ribu rupiah,” ujarnya menyebutkan. (Imy)