MEDIAONLINEIDC.COM; SAMARINDA— PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bersama Pemerintah Kota Samarinda dan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur, PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Samarinda menjadi Orang Tua Asuh bagi 21 anak berisiko stunting sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Senin (20/7) di Samarinda. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., jajaran Pemerintah Kota Samarinda, seluruh camat dan lurah se-Kota Samarinda, serta para mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Program GENTING.
Program GENTING merupakan gerakan nasional yang diinisiasi BKKBN untuk mengajak berbagai pihak menjadi Orang Tua Asuh melalui pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi, serta pendampingan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Dalam program ini, PLN melalui YBM PLN UP3 Samarinda memberikan pendampingan kepada 21 anak penerima manfaat dengan total bantuan sebesar Rp51 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme pendampingan Program GENTING agar manfaat yang diterima dapat berlangsung secara berkelanjutan.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“PLN percaya bahwa menghadirkan listrik yang andal harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui Program GENTING, kami ingin mengambil peran nyata dalam memastikan anak-anak yang berisiko stunting mendapatkan pendampingan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh sehat,” ujar Chaliq.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja sehingga membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami berharap keterlibatan PLN sebagai Orang Tua Asuh dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menekan angka stunting. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, kami optimistis akan lahir generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, mengapresiasi dukungan PLN dalam menyukseskan Program GENTING. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Samarinda.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian melalui Program GENTING. Upaya pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama sehingga dukungan dari dunia usaha menjadi kekuatan besar dalam memperluas jangkauan intervensi kepada masyarakat,” ujar Saefuddin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan stunting.
“Semakin banyak pihak yang terlibat sebagai Orang Tua Asuh, semakin besar pula peluang anak-anak kita memperoleh asupan gizi, pendampingan, dan perhatian yang dibutuhkan. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga target penurunan stunting dapat tercapai,” lanjutnya.
Sebagai simbol dimulainya program pendampingan, bantuan diserahkan kepada lima perwakilan penerima manfaat. Penyerahan tersebut menjadi awal komitmen bersama dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian insan PLN yang diwujudkan melalui dana zakat, infak, dan sedekah pegawai.
“Dana yang disalurkan dalam Program GENTING berasal dari kepedulian pegawai PLN yang dihimpun melalui YBM PLN. Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas kesehatan mereka dalam jangka panjang,” ujar Adrian.
Ia juga menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BKKBN, serta seluruh pihak terkait agar proses pendampingan berjalan dengan baik. Harapannya, setiap anak penerima manfaat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Adrian.
Melalui Program GENTING, PLN UID Kaltimra kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan energi listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian bagi masyarakat. Ke depan, PLN akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting. (Imy)









