Uniba Buka Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Angkatan Kedua, Siapkan Dokter Unggul untuk Dunia Industri

Redaksi IDC | Wednesday, 29 July 2026 | 23:25
Depan: (Almameter Uniba) Kepala Badan Pemasaran dan Administrasi Uniba, Ir. Rahmad Rusli, ST., MT dan Dekan Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Iwan Zulfikar,
Depan: (Almameter Uniba) Kepala Badan Pemasaran dan Administrasi Uniba, Ir. Rahmad Rusli, ST., MT dan Dekan Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Iwan Zulfikar.

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Universitas Balikpapan (Uniba) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru Program Studi Sarjana (S1) Kedokteran untuk angkatan kedua Tahun Akademik 2026. Setelah menerima mahasiswa angkatan perdana pada 2025, Fakultas Kedokteran Uniba kini semakin memantapkan kualitas pendidikan dengan menghadirkan keunggulan pada bidang kedokteran industri.

Depan: (Almameter Uniba) Kepala Badan Pemasaran dan Administrasi Uniba, Ir. Rahmad Rusli, ST., MT dan Dekan Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Iwan Zulfikar,

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Iwan Zulfikar, M.Si yang juga didampingi oleh Kepala Badan Pemasaran dan Administrasi Uniba, Ir. Rahmad Rusli, ST., MT, dalam program siaran IDC Edutalk bertajuk “Mewujudkan Masa Depanmu Bersama Uniba” di Radio IDC 89,5 FM, Rabu (29/7/2026) pagi.

“Program Studi Kedokteran menjadi salah satu tonggak penting bagi perkembangan Uniba. Meski masih tergolong baru, program studi tersebut telah mendapat respons positif dengan menjaring mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Iwan antusias.

Kata Iwan menyebutkan, angkatan pertama tahun 2025 tidak hanya berasal dari wilayah Kaltim seperti Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta. Ia berujar pembukaan Program Studi Kedokteran dilandasi kebutuhan akan pemerataan tenaga dokter di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

“Kehadiran program studi ini juga merupakan hasil masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kualitas pendidikan pada Program Studi Kedokteran menjadi prioritas utama sebelum izin operasional diterbitkan. Seluruh persyaratan, terutama terkait sumber daya manusia, telah dipenuhi sesuai standar yang ditetapkan.

“Sebelum izin operasional keluar, kami sudah harus memenuhi persyaratan, termasuk memiliki 26 dosen tetap yang terdiri dari 12 dokter spesialis dan sisanya dosen berkualifikasi S2,” katanya.

Pendaftaran Tutup 31 Agustus

Pada penerimaan angkatan pertama, Fakultas Kedokteran Uniba hanya menerima 29 mahasiswa. Jumlah tersebut memang dibatasi karena pendidikan kedokteran memiliki standar rasio dosen dan mahasiswa yang ketat. Selain itu untuk program studi yang masih baru, berdasarkan ketentuan yang ada batas maksimal menerima sekitar 50 mahasiswa.

“Mayoritas mahasiswa angkatan pertama merupakan perempuan. Selain itu, terdapat pula mahasiswa yang merupakan peserta tugas belajar dari instansi maupun pemerintah daerah,” ujar Kepala Badan Pemasaran dan Administrasi Uniba, Ir. Rahmad Rusli, ST., MT.

“Pendaftaran masih dibuka sampai 31 Agustus. Nanti apakah ada perpanjangan atau tidak, akan menjadi kebijakan pimpinan,” ujar Rahmad menambahkan.

Untuk menjaga mutu lulusan, setiap calon mahasiswa diwajibkan mengikuti empat tahapan seleksi sebelum dinyatakan diterima.

Kata Rahmad menjelaskan, keunggulan utama Fakultas Kedokteran Uniba terletak pada pengembangan kompetensi dokter industri. Kurikulum tersebut disusun menyesuaikan karakteristik Kalimantan Timur sebagai kawasan industri, pertambangan, serta wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Uniba memiliki Fakultas Vokasi K3. Nantinya mahasiswa kedokteran dipersiapkan agar siap terjun ke dunia industri sehingga tidak perlu lagi mengikuti pelatihan tambahan. Kalau ingin mendalami bidang pertambangan atau wellness, itu menjadi keunggulan kami,” ungkapnya.

Rahmad menjelaskan, saat ini Uniba memiliki 14 program studi sarjana, program pascasarjana, serta Program Studi Kedokteran. Pada Agustus mendatang, kampus juga akan menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kata Rahmad menambahkan, Uniba kini tidak lagi menerapkan uang gedung. Seluruh biaya pendidikan menggunakan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Khusus Program Studi Kedokteran, kata Rahmad, besaran UKT ditetapkan sebesar Rp30 juta per semester. Sementara itu, mahasiswa asal Kalimantan Timur yang berusia di bawah 25 tahun berpeluang memperoleh subsidi melalui program Gratispol sebesar Rp15 juta per semester selama delapan semester.

“Selain program Gratispol, tersedia juga berbagai beasiswa lainnya, seperti beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan beasiswa dari Bayan,” kata Rahmad seraya tersenyum. (Imy)