
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas melalui pengendalian inflasi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan. Pertemuan membahas tiga fokus utama, yakni evaluasi perkembangan inflasi dan komoditas strategis, penyelarasan Roadmap Pengendalian Inflasi 2025–2027, serta tindak lanjut atas kerja sama antar daerah (KAD) yang telah disepakati sebelumnya.
Rapat dihadiri oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM., Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser Adi Maulana, S.Sos., M.Si., serta pimpinan OPD dan Perumda dari ketiga daerah.
“Meskipun ketidakpastian global masih tinggi akibat dinamika tarif Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh membaik pada semester II-2025. Proyeksi pertumbuhan nasional berada di kisaran 4,6%–5,4%,” ujar Kepala Perwakilan BI Balikpapan– Robi Ariadi.
Kata Robi menjelaskan di tingkat regional, pertumbuhan ekonomi Balikpapan, PPU, dan Paser tetap positif meski ekonomi Kaltim secara keseluruhan melambat pada triwulan I-2025.
“Sementara itu, inflasi di Balikpapan mendekati batas bawah sasaran nasional 1,5%, dan PPU mendekati target nasional 2,5%,” kata Robi menyebutkan.
Perkembangan KAD dan Strategi Daerah
Pembahasan HLM turut menyoroti perkembangan implementasi KAD. Wakil Walikota Balikpapan– Bagus Susetyo, mengatakan Perumda Prima Jaya Taka menawarkan harga telur berdasarkan harga Free on Board (FOB) gudang sebagai upaya efisiensi, sedangkan Perumda Manuntung Sukses tengah menyusun alternatif logistik dan skema pengambilan langsung dari gudang mitra.
“Kami ingatkan potensi gangguan rantai pasok akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Sebagai respon, Pemerintah Kota mulai mengkaji pengembangan pertanian di lahan gambut Balikpapan Utara untuk memperkuat ketahanan pangan.” kata Bagus menekankan.
Sementara itu, PPU mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi lintas wilayah guna mengantisipasi risiko distribusi dan kurangnya integrasi data. Kabupaten Paser juga menyiapkan langkah strategis dengan membangun pusat penelitian dan pengembangan pertanian seluas 100 hektare, yang akan melibatkan empat OPD dan ditargetkan rampung dalam enam bulan.
Penandatanganan Komitmen Bersama
Sebagai bentuk konkret hasil pertemuan, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama oleh para pimpinan daerah, disaksikan Kepala Perwakilan BI Balikpapan. Komitmen tersebut meliputi:
- Pelaksanaan operasi pasar, pasar murah, dan gerakan pangan murah secara konsisten dan meluas hingga tingkat kecamatan, bekerja sama dengan pelaku usaha dan kelompok tani.
- Optimalisasi kerja sama antar daerah melalui Perumda dan pelaku usaha, dengan memperkuat kapasitas BUMD Pangan.
- Penetapan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2027 dengan penekanan pada inovasi, dukungan fiskal, dan integrasi lintas OPD yang berkelanjutan.
“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan langkah-langkah pengendalian inflasi di Balikpapan, PPU, dan Paser dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat,” kata Robi menambahkan. (Imy)









