Paripurna HUT ke-219 Balikpapan Digelar Sederhana, DPRD Utamakan Empati dan Prioritas Pembangunan

Redaksi IDC | Tuesday, 10 February 2026 | 13:44
alwi

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-219 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari 2026. Peringatan tahun ini berlangsung sederhana sebagai bentuk empati terhadap daerah-daerah yang tengah mengalami musibah bencana.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Alqadri, mengatakan peringatan HUT tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya dari sisi penganggaran.

“Kalau biasanya kita menggunakan anggaran sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar, tahun ini sangat kecil, sangat minim, kurang lebih hanya sekitar Rp900 juta. Peringatannya sangat sederhana,” ujar Alwi usai rapat paripurna.

Menurutnya, kesederhanaan perayaan ini tidak mengurangi makna HUT Kota Balikpapan. Justru, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati pemerintah kota dan DPRD terhadap daerah-daerah lain yang terdampak bencana.

“Ini salah satu bentuk kepentingan dan empati kita kepada daerah-daerah yang terkena musibah, seperti Aceh dan wilayah Sumatera pada umumnya. Sehingga kita tidak merayakan HUT kota secara berlebihan,” jelasnya.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-219, Alwi menyebutkan juga dilakukan penandatanganan peresmian beberapa fasilitas serta peninjauan lokasi pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD.

Selain itu, Alwi turut menyinggung persoalan banjir yang masih menjadi perhatian masyarakat. Ia mengakui bahwa penanganan banjir membutuhkan anggaran yang sangat besar.

“Untuk penanganan banjir itu memang memerlukan anggaran yang besar, sementara yang kita anggarkan saat ini belum sampai Rp200 miliar, atau kurang lebih baru sekitar 10 persen dari kebutuhan,” ungkapnya.

Meski demikian, Alwi menegaskan Pemkot Balikpapan bersama DPRD akan terus berupaya mengalokasikan anggaran guna mengurangi risiko banjir di Kota Balikpapan.

“Kita akan selalu berupaya dan menganggarkan untuk penanganan banjir, meskipun di tahun ini ada efisiensi anggaran dari pusat dan pemotongan dana bagi hasil (DBH) yang cukup mempengaruhi kekuatan keuangan daerah,” katanya.

Ia berharap pada tahun mendatang kondisi keuangan daerah dapat kembali stabil sehingga fokus penanganan banjir bisa lebih maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Alwi juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap ini bukan untuk jumawa atau bersenang-senang, tapi justru menjadi motivasi bagi OPD-OPD untuk lebih meningkatkan kinerjanya, karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Terkait adanya rencana aksi atau penyampaian aspirasi dari masyarakat dan mahasiswa, Alwi menegaskan DPRD dan pemerintah kota tidak bersikap anti kritik.

“Pemerintah itu tidak boleh anti kritik dan tidak boleh anti demo. Kalau ada aksi, kita terima, kita duduk bareng dan mendengarkan masukan-masukan dari teman-teman mahasiswa, selama itu positif dan untuk kepentingan masyarakat Kota Balikpapan,” pungkasnya. (Imy)