Disdikbud Balikpapan: Belajar Daring Untuk Lindungi Anak dari Situasi Demo

Redaksi IDC | Monday, 01 September 2025 | 15:26
ganung pratikno

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah dilakukan dari rumah pada Senin dan Selasa, satu dan dua September 2025. Kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi gangguan psikologis peserta didik akibat adanya aksi unjuk rasa serentak di berbagai daerah, termasuk Balikpapan.

“Anak-anak tidak kita libatkan dalam situasi unjuk rasa. Belajar dari rumah diharapkan memberi rasa aman sekaligus menjaga kondisi psikologis mereka agar tetap tenang,” jelas Ganung Pratikno– Sekretaris Disdikbud Balikpapan pada Senin (01/ 09/ 2025).

Tikno- demikian ia disapa- mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk satuan pendidikan yang berada di sekitar jalur utama aksi, yaitu kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Pelindo serta wilayah Gunung Pasir yang terhubung dengan jalur tersebut.

Kata Tikno menjelaskan, berdasarkan data Disdikbud, kebijakan ini mencakup dua satuan pendidikan nonformal (SKB Balikpapan Selatan dan satu BKBM), 14 SMP, 12 SD negeri dan swasta, serta 27 satuan pendidikan anak usia dini yang meliputi TK, KB, SPS, dan TPA.

Ganung menegaskan, meski belajar dilakukan di rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas.

“Presensi tetap berlaku, hanya dilakukan dari rumah. Guru, TU, dan tenaga kependidikan melaksanakan kewajibannya, sementara orang tua diharapkan mendampingi anak-anak saat belajar daring,” ujarnya.

Tikno berujar keputusan ini juga merupakan upaya menghindari kemacetan lalu lintas di sekitar titik aksi. Namun, yang lebih penting, lanjutnya, adalah memberikan perlindungan psikologis sejak dini.

“Kami ingin anak-anak merasa aman. Kehadiran orang tua saat mereka belajar dari rumah akan memberi nilai positif bagi perkembangan psikologis. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” kata Tikno.

“Penyampaian aspirasi di Balikpapan selalu berlangsung secara konstruktif. Tetapi langkah pencegahan perlu diambil agar kegiatan pendidikan tidak terdampak. Anak-anak tetap harus kita lindungi dari hal-hal yang bisa memengaruhi ketenangan mereka,” ujarnya menambahkan. (Imy)