
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan menggelar Grand Safety Talk Pemeliharaan Rutin Balikpapan 2 sekaligus Opening Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. 113 Sisi Timur Ruang Pusat Pengendali Kilang (RPPK) Balikpapan 2 dan menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian pemeliharaan rutin Balikpapan 2 Tahun 2026.
General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, Senior Manager Operation & Manufacturing, jajaran manajemen, pekerja, mitra kerja, serta kontraktor pemeliharaan rutin turut hadir dalam kegiatan tersebut. Adapun tema Bulan K3 Tahun 2026 adalah “Memperkuat Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja dalam Membangun Budaya HSSE Pertamina yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan”.
Manager Turn Around PT KPI Unit Balikpapan, Ryan Arianto, dalam laporan kesiapan pemeliharaan rutin menyampaikan bahwa Pit Stop Balikpapan 2 Tahun 2026 akan berlangsung selama 27 hari kalender, terhitung mulai 19 Januari hingga 14 Februari 2026.
“Pemeliharaan rutin diawali dengan shut down unit HCU A, Platforming, dan NHT. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan sistem kerja 24 jam yang terbagi dalam dua hingga tiga shift,” ujar Ryan.
“Kegiatan ini melibatkan 18 kontraktor dengan estimasi tenaga kerja mencapai 850 orang. Seluruh pekerja akan bekerja secara terintegrasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa total job list yang akan dikerjakan sebanyak 481 pekerjaan. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan dan perawatan 118 stationary equipment, 141 instrument equipment, 6 rotating equipment, serta 16 electrical equipment.
Ryan menegaskan bahwa slogan Pit Stop Balikpapan 2 Tahun 2026 adalah OTOBOSQ atau On Time, On Budget, On Safety and Quality. Menurutnya, keberhasilan pekerjaan tidak hanya diukur dari ketepatan waktu dan biaya, tetapi juga dari aspek keselamatan dan kualitas.
“Kami ingin memastikan seluruh pekerja datang dengan selamat dan pulang dengan selamat. Terapkan body system, jangan bekerja sendirian, dan lakukan intervensi apabila melihat kondisi atau tindakan yang tidak aman. Safety adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Ryan.
Rangkaian kegiatan Grand Safety Talk diawali dengan pembukaan, dilanjutkan Safety Pause dan AKHLAK Moment, serta laporan kesiapan pemeliharaan rutin Balikpapan 2 Tahun 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Equipment Release Card sebagai tanda dimulainya pemeliharaan rutin, penyerahan bendera K3, serta commitment signing antara PT KPI Unit Balikpapan dengan kontraktor area pemeliharaan rutin. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Nurus Shobah.
Dalam arahannya, General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menekankan pentingnya Grand Safety Talk sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran keselamatan kerja, khususnya di area kilang yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Kegiatan ini menandai dimulainya pemeliharaan rutin Balikpapan 2 sekaligus pembukaan Bulan K3 PT KPI Unit Balikpapan Tahun 2026. Area kilang merupakan lingkungan kerja dengan risiko tinggi dan sering kali risikonya tidak terlihat, sehingga body system atau saling menjaga antar pekerja menjadi hal yang sangat penting,” ujar Anto.
Ia mengingatkan seluruh pekerja dan kontraktor, termasuk pekerja yang baru pertama kali bekerja di area kilang, untuk selalu mengikuti arahan pimpinan dan pengawas lapangan serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan yang berlaku.
“Di dalam kilang terdapat peralatan dengan tekanan tinggi, tegangan tinggi, serta berbagai potensi bahaya lainnya. Siapa pun, tanpa memandang jabatan, memiliki hak dan kewajiban untuk saling mengingatkan apabila melihat pekerjaan yang tidak aman,” tegasnya.
Anto berharap pelaksanaan Pit Stop Balikpapan 2 Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat sesuai dengan slogan OTOBOSQ, sehingga mampu mendukung keandalan operasi kilang dan menjaga ketahanan energi nasional.
“Semoga setiap doa yang kita panjatkan, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar, menjadi penguat agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan selamat dan berkualitas,” tutup Anto. (Imy)









