MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja sehat sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di Kota Balikpapan.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Gedung New Site Office (NSO) PT KPB pada 15 April 2026 itu terlaksana melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan dan Puskesmas Kelurahan Karang Jati. Sebanyak 125 pendonor dan 50 peserta VCT HIV mengikuti kegiatan tersebut.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 serta bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan pekerja dan pengelolaan HIV/AIDS di lingkungan kerja.
Berdasarkan data PMI Kota Balikpapan, kebutuhan darah di kota tersebut mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 kantong per bulan. Karena itu, partisipasi berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Vice President Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman mengatakan kegiatan donor darah dan VCT HIV merupakan upaya perusahaan membangun kepedulian dan kesadaran kesehatan di lingkungan kerja.
“Donor darah dan pemeriksaan VCT ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Kami ingin membangun kebiasaan baik di lingkungan kerja, di mana pekerja tidak hanya peduli pada pekerjaan, tapi juga pada sesama,” ujar Asep dalam keterangannya.
Menurut dia, antusiasme peserta menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus melanjutkan kegiatan serupa secara rutin.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, donor darah juga dinilai memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah baru, serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor.
Sementara itu, pemeriksaan VCT HIV dilakukan melalui tahapan konseling pra dan pasca tes oleh tenaga kesehatan dengan tetap mengedepankan prinsip privasi dan kenyamanan peserta.
Salah satu pekerja PT KPB, Rahmad Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dapat meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Selain membantu sesama, kita juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” katanya. (Imy)








