Topside Proyek Manpatu Dikapalkan, PHM Percepat Target Produksi Migas

Redaksi IDC | Wednesday, 22 April 2026 | 18:57
PT Pertamina Hulu Mahakam Dukung Keberlanjutan Produksi Migas Nasional

MEDIAONLINEIDC.COM; TANJUNG PINANG– PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan seremoni load out dan sail away topside sebagai penanda kemajuan penting dalam Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I 2027, dengan pengeboran perdana direncanakan pada kuartal IV 2026. Seremoni berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026.

Tahap load out dan sail away topside ini merupakan kelanjutan dari sail away jacket yang telah dilakukan pada 8 April 2026. Tahapan ini tergolong operasi berisiko tinggi dan presisi tinggi yang membutuhkan kesiapan teknis, koordinasi, serta standar keselamatan yang ketat. Keberhasilan ini menandai kesiapan proyek untuk memasuki fase instalasi di wilayah operasi dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari guna mendukung peningkatan produksi gas dan kondensat.

Topside dengan berat sekitar 1.000 ton tersebut diangkut menggunakan kapal tongkang dan menempuh jarak sekitar 1.930 km menuju lokasi proyek di lepas pantai Balikpapan dengan estimasi waktu tempuh sekitar 15 hari. Fasilitas ini merupakan bagian atas anjungan lepas pantai yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, serta area kerja bagi para pekerja.

Seremoni ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, perwakilan SKK Migas, Ditjen Migas, serta manajemen PHM dan pemerintah daerah. Kehadiran para pihak tersebut mencerminkan kolaborasi yang kuat dalam mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.

“Proyek Manpatu ini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya menjaga lifting migas di Kalimantan Timur,” kata kata Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat menyampaikan kata sambutan.

“PHM memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk penyerapan tenaga kerja terampil dari Kalimantan Timur melalui kontraktor PT Meindo Elang Indah,” ujarnya menambahkan.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Ia berujar penyelesaian tahap fabrikasi topside ini adalah wujud kerja keras dan kolaborasi solid seluruh tim.

“Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, mitra kerja, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. Perusahaan juga komitmen terhadap ketahanan energi nasional.” ujarnya seraya tersenyum.

Kata Setyo menjelaskan pengembangan Manpatu adalah bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan yang semakin mature.

“Kita harus terus berinovasi, bergerak cepat, dan menjaga keunggulan operasional,” ujarnya menekankan.

Sementara itu, Direktur Utama PHI Sunaryanto, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa proyek ini memiliki peran strategis. Ia berujar proyek ini bukan hanya tentang menambah produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dari Kalimantan.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa tantangan industri dapat dihadapi melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat,” ujarnya optimis.

Ia juga menekankan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa lost time incident hingga Maret 2026, kami berkomitmen menjaga standar HSSE secara konsisten hingga proyek selesai.

“Energi yang kita hasilkan hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa,” kata Sunaryanto.

Proyek Pengembangan Manpatu merupakan proyek fast track yang berawal dari penemuan sumur eksplorasi Manpatu-1X pada 2022. Tahap FEED dilaksanakan pada 2023–2024, dilanjutkan seremoni first cut of steel pada 16 Mei 2025. Lingkup proyek mencakup pembangunan anjungan baru, pemasangan pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 km, serta pengeboran 11 sumur pengembangan dengan kompleksitas tinggi.

PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Perusahaan menjalankan operasi sesuai prinsip ESG serta terus mendorong inovasi dan teknologi untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional. (Imy)