KPB dan Universitas Balikpapan Kampanyekan Zero Stigma HIV dan TB

Redaksi IDC | Wednesday, 25 February 2026 | 05:48
kpb universitas mulia

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bersama Universitas Balikpapan menggelar sosialisasi HIV dan Tuberkulosis (TB) bertema Zero Stigma, Zero Penularan dalam rangka Bulan K3 Nasional bertempat auditorium Putri Aji Karang Melenu, Balikpapan, pada 14 Februari 2026. Sosialisasi ini menyasar mahasiswa, pelajar, dan sivitas akademika untuk memperkuat literasi kesehatan generasi produktif.Kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih tingginya kasus HIV dan TB di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia, dengan estimasi lebih dari satu juta kasus pada 2025.V

“Edukasi kesehatan menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di Balikpapan,” ujar Vce President Legal & Relation PT KPB – Asep Sulaeman.

Asep berujar Balikpapan ditopang oleh usia produktif yang menjadiindustri dan pembangunan. Jika generasi mudanya tidak terlindungi dari risiko penyakit menular atau masih terjebak stigma, maka yang terancam bukan hanya kesehatan individu, tetapi masa depan produktivitas kota ini,” ujarnya.

Asep menekankan bahwa pendekatan edukatif bukan hanya soal pencegahan medis, tetapi juga perubahan pola pikir. Pihaknya ingin generasi muda memahami cara penularan, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini HIV dan TB. Namun lebih dari itu, pihaknya juga ingin menumbuhkan keberanian untuk tidak memberi stigma.

“Zero stigma adalah langkah awal menuju zero penularan,” tegasnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh dr. Dewa Donny Lesmana dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Dalam pemaparannya dr. Dewa menyampaikan pentingnya keterbukaan informasi dan pemeriksaan dini dalam memutus rantai penularan.

“Keterbukaan informasi dan pemeriksaan dini adalah kunci. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang pengobatan berhasil dan risiko penularan dapat ditekan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kami terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan. Salah satu peserta, Endin Heratiansyah dari SMA Negeri 8 Balikpapan, mengaku mendapatkan wawasan baru.

“Kami sebagai pelajar mendapatkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan mengenai apa itu HIV/AIDS dan bagaimana cara pencegahannya,” ujar Endin.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan di Balikpapan agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahaya HIV/AIDS dan pentingnya pencegahan sejak dini,” ujarnya menambahkan.

Melalui kolaborasi ini, KPB menegaskan bahwa investasi pada kesehatan generasi produktif merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Edukasi, deteksi dini, dan penghapusan stigma menjadi fondasi penting agar Balikpapan terus tumbuh sebagai kota industri yang sehat, inklusif, dan berdaya saing. (Imy)