Empat Juta UMKM Tembus Pembiayaan Formal, Kementerian UMKM Perkuat Perlindungan Usaha

Redaksi IDC | Wednesday, 17 June 2026 | 15:37
Suasana Penandatanganan Komitmen Bersama Optimalisasi Pemanfaatan PTSP Kota Balikpapan di Dome pada Rabu (17/ 06/ 2026). (Foto: Imay/ mediaonlineidc.com)
Suasana Penandatanganan Komitmen Bersama Optimalisasi Pemanfaatan PTSP Kota Balikpapan di Dome pada Rabu (17/ 06/ 2026). (Foto: Imay/ mediaonlineidc.com)

Penandatanganan komitmen bersama optimalisasi pemanfaatan PTSP Kota Balikpapan di Dome pada Rabu (17/ 06/ 2026). (Foto: Imay/ mediaonlineidc.com)

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat capaian signifikan dalam pengembangan sektor usaha mikro nasional. Sepanjang 2025, sebanyak 14 juta UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal.

Capaian tersebut disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (17/6).

“Alhamdulillah lebih dari 14 juta UMKM berhasil bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal sepanjang tahun 2025 yang lalu,” kata Riza.

Selain itu, pemerintah juga berhasil memperluas perlindungan dan daya saing produk UMKM melalui berbagai program sertifikasi dan standardisasi.

“Lebih dari 6,5 juta produk UMKM kita mendapatkan sertifikasi halal di sepanjang tahun 2025 yang lalu. Kemudian lebih dari 1 juta UMKM kita mendapatkan Standar Nasional Indonesia atau SNI,” ujarnya.

Tak hanya itu, akses pembiayaan formal juga semakin terbuka bagi pelaku usaha mikro. Pemerintah mencatat lebih dari 4 juta UMKM memperoleh pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun lalu.

“Yang lebih luar biasa lagi, lebih dari 4 juta UMKM kita mendapatkan akses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat pada tahun 2025. Saya kira kita patut bersyukur dengan capaian ini,” ucapnya.

Menurut Riza, Menteri UMKM meminta seluruh jajaran kementerian terus berinovasi agar pencapaian pada 2026 dapat melampaui hasil yang diraih tahun sebelumnya.

“Pak Menteri meminta kepada kami untuk melakukan berbagai inovasi agar pencapaian tahun 2026 bisa lebih besar lagi dibandingkan tahun 2025,” katanya.

Integrasi Sapa UMKM dan Penambahan Layanan PTSP

Dalam penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026, Kementerian UMKM menghadirkan sejumlah inovasi baru. Salah satunya adalah integrasi seluruh peserta ke dalam platform Sapa UMKM.

“Kalau tahun 2025 peserta yang hadir belum terintegrasi ke dalam sistem Sapa UMKM, Insyaallah pada tahun 2026 seluruh peserta akan masuk ke dalam sistem kita, yaitu Sapa UMKM,” jelas Riza.

Selain itu, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang tersedia di Balikpapan juga akan diperluas untuk mempermudah pengurusan berbagai kebutuhan usaha.

“Hari ini kita mulai. Layanan PTSP yang ada di Balikpapan yang tadinya hanya sekitar 19 sampai 25 layanan, setelah kegiatan ini akan bertambah 10 layanan lagi dan kami tinggalkan di sini untuk dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap tambahan layanan tersebut dapat mempercepat proses legalitas dan pengembangan usaha mikro.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026, tidak hanya menghadirkan layanan perizinan dan perlindungan usaha, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif bagi pelaku UMKM.

Riza menjelaskan, kegiatan tersebut mencakup talkshow, konsultasi bisnis, penyerahan sertifikat usaha, pameran produk unggulan Kalimantan Timur, hingga pelatihan digitalisasi.

“Selain itu juga ada talkshow edukatif yang kami harapkan menjadi forum konsultasi dan diskusi bagi UMKM yang ingin bertumbuh dan berkembang,” katanya.

Di area festival, pengunjung juga dapat melihat pameran UMKM terbaik Kalimantan Timur yang diharapkan mampu memperluas akses pasar para pelaku usaha.

“Di sekitar kita juga ada pameran dan ekspo UMKM terbaik Kalimantan Timur. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong perluasan akses pasar bagi UMKM kita,” ujarnya.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pelatihan digitalisasi usaha dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Juga ada pelatihan terkait digitalisasi dalam kerangka mendorong UMKM mendapatkan akses pasar digital, termasuk artificial intelligence,” kata Riza.

Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah berharap target nasional mencetak 10 juta wirausaha mapan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Mudah-mudahan dari proses ini target pemerintah mencapai 10 juta wirausaha dapat terwujud,” pungkasnya. (Imy)