Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Aksesoris Branded dari Malaysia

Redaksi IDC | Monday, 16 February 2026 | 15:05
seludupan

MEDIAONLINEIDC.COM; NUNUKAN– Aparat gabungan menggagalkan upaya penyelundupan aksesoris bermerek asal Tawau, Malaysia, di Dermaga Rakyat Jamaker, Kabupaten Nunukan, Sabtu (14/2/2026). Penindakan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan arus barang ilegal di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Operasi dilaksanakan tim gabungan yang terdiri dari KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Lanal Nunukan, Satgas SGI Kodam VI/Mulawarman, Unit Intel Kodim 0911/Nunukan, serta Satgas Pamtas Yon Kav 13/SL. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Bea Cukai Nunukan Ronald, Pasiintel Lanal Nunukan Mayor Laut (H) Henokh Tanno Kakauhe, S.H., Dantim Satgas SGI Kodam VI/Mulawarman Kapten Inf Juprianto, dan Dantim Satgas Citarum BAIS TNI wilayah Nunukan Sigit Cahyono.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi yang diterima tim sekitar pukul 16.00 Wita terkait rencana pengiriman tas dan sepatu bermerek dari Tawau menuju Nunukan melalui jalur perairan. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pendalaman serta pemeriksaan terhadap KM Cahaya Jamaker yang dijadwalkan sandar di Pangkalan Tradisional Jamaker.

Sekitar pukul 19.00 Wita, saat kapal sandar, tim gabungan melakukan pemeriksaan muatan dan menemukan empat kardus besar serta dua koper berisi berbagai barang bermerek luar negeri, di antaranya tas, sepatu, sandal, dompet, jam tangan, hijab, parfum, dan sejumlah aksesoris lainnya. Seluruh barang kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Bea Cukai Nunukan untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui barang-barang tersebut tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah. Nahkoda kapal menyatakan barang merupakan titipan dan tidak mengetahui secara pasti pemiliknya. Selanjutnya, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai Nunukan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menegaskan keberhasilan penggagalan ini menunjukkan soliditas aparat di wilayah perbatasan.

“Kodam VI/Mulawarman berkomitmen untuk terus mendukung aparat penegak hukum dalam mencegah dan menindak segala bentuk penyelundupan maupun aktivitas ilegal lainnya yang dapat merugikan negara. Wilayah perbatasan harus dijaga bersama agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terpadu di jalur perairan dan pintu-pintu masuk tradisional akan terus diperkuat. “Kami akan memperketat pengawasan untuk menutup celah masuknya barang ilegal dari luar negeri, khususnya di wilayah perbatasan Nunukan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan penindakan berjalan aman dan lancar, sementara proses hukum atas barang bukti kini ditangani Bea Cukai Nunukan. (Imy)