
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN–Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh warga dalam upacara peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan yang dipusatkan di halaman Balai Kota. Ia menegaskan, capaian kota hingga hari ini tidak lepas dari kontribusi besar masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Balikpapan yang telah menjadi penggerak pembangunan. Kontribusi panjenengan semua luar biasa sehingga Balikpapan bisa menjadi seperti yang kita lihat hari ini,” ujar Rahmad saat menyampaikan sambutan dalam upacara HUT ke-129 kota Balikpapan pada Selasa (10/ 02/ 2026).
Mengusung tema Harmoni Menuju Kota Global, Rahmad menekankan komitmen Balikpapan untuk terus maju dan berdaya saing di tingkat global tanpa meninggalkan kearifan lokal.
“Tema ini mencerminkan komitmen kita untuk terus berkembang menjadi kota berdaya saing dan berskala global, namun tetap menjaga nilai kebersamaan, kearifan lokal, harmoni sosial, serta lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya optimis.
Upacara HUT kali ini digelar dengan konsep sederhana namun tetap khidmat. Hal itu, menurut Rahmad, sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Tanah Air.
“Kita ingin peringatan ini tetap bermakna, sederhana, tetapi khidmat. Ini juga bentuk solidaritas dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan sejumlah panji keberhasilan pembangunan dari Pemerintah Provinsi kepada Kota Balikpapan dalam rangka HUT ke-69 Provinsi. Beberapa diantaranya Balikpapan meraih terbaik satu bidang kepemudaan dan keolahragaan, terbaik satu bidang pembangunan investasi daerah, serta terbaik satu bidang pembangunan pendidikan.
“Terima kasih kepada para penerima penghargaan. Semoga ini menjadi motivasi dan komitmen untuk terus mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni untuk kita semua,” kata Rahmad.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kota telah meresmikan sejumlah fasilitas publik, di antaranya Gedung Dinas Ketahanan Pangan serta penataan bekas Pasar Loak Kampung Baru yang kini berkembang menjadi sentra UMKM.
“Bekas pasar loak Kampung Baru kini kita tata menjadi kawasan yang lebih baik dan menjadi sentra UMKM. Ini bagian dari upaya kita menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Rahmad mengajak masyarakat muslim di kota Balikappan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
“Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga momentum ini semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, mendoakan kebaikan bagi diri kita, orang-orang yang kita cintai, dan negara kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua,” tutupnya.
Flashback Sejarah Kota Balikpapan
Upacara tahun ini diawali dengan pemutaran film sejarah Kota Balikpapan yang mengangkat perjalanan panjang sejak pengeboran minyak pertama pada 1897. Dari kawasan kecil di pesisir, Balikpapan tumbuh menjadi kota industri modern yang berperan penting dalam pembangunan nasional.
Sejak pengeboran minyak pertama tahun 1897, Balikpapan terus tumbuh dan berkembang. Dengan usia yang semakin matang, harapan dan ekspektasi masyarakat juga semakin nyata kita rasakan.
Dalam film tersebut juga diulas bahwa penduduk asli Balikpapan adalah Suku Balik yang menetap di Kampung Pamaluan yang kini masuk wilayah Kabupaten Paser. Generasi terakhir yang diketahui adalah Dode, Kepala Kampung Nanang Besar, yang meninggal di Pamaluan. Keturunan berikutnya merupakan percampuran Suku Paser dan Banjar.
Dikisahkan pula asal-usul nama Balikpapan. Diceritakan Sultan Kutai pernah meminta 1.000 keping papan untuk pembangunan istana baru di Kutai Lama. Namun, 10 keping papan kembali ke Jenebora dan oleh Kesultanan Kutai disebut Balikpapantu.
Dari situlah diyakini nama Balikpapan berasal. Sejarah ini menjadi pengingat bahwa kota ini lahir dari perjalanan panjang dan nilai-nilai kebersamaan. (Imy)









