MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Balikpapan mengusulkan agar bank garansi dijadikan jaminan untuk memastikan pembayaran hak-hak buruh yang bekerja di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan.

Usulan ini disampaikan Farah Devi– Ketua DPC KSPSI Balikpapan, menyusul kasus keterlambatan pembayaran gaji buruh oleh salah satu subkontraktor, JO. Changwon, yang belum melunasi upah pekerja di bulan Juli dan Agustus 2025.
“Bank garansi itu nilainya ada karena pekerjaan berjalan. Kalau pekerjaan dikerjakan buruh, maka pekerja juga harus masuk dalam klausul perlindungan itu. Jadi tinggal diperjelas pasalnya saja, supaya hak buruh tidak diabaikan,” kata Farah tegas.
Farah berujar, lemahnya pengaturan kontrak kerja dan pengawasan dari manajemen utama (maincon) menyebabkan hak-hak pekerja sering terabaikan. Ia menyoroti kasus bank garansi yang sudah kedaluwarsa, namun proyek tetap dilanjutkan tanpa kepastian perlindungan.
“Kalau bank garansi sudah expire, harusnya pekerjaan dihentikan. Kenapa masih diteruskan?! Itu jelas kesalahan maincon. Jangan sampai kesalahan ini dibebankan ke pekerja,” ujarnya.
Selain persoalan gaji, KSPSI juga menyoroti masih banyak pekerja yang belum didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan maupun Jaminan Kecelakaan Kerja (Jakon). Padahal, menurut Farah, hal ini merupakan kewajiban dasar dalam proyek nasional sebesar RDMP.
“Pernah ada buruh yang meninggal tanpa perlindungan BPJS maupun Jakon karena kontrak kerjanya belum diperpanjang. Ini bukti lemahnya perlindungan tenaga kerja,” kata Farah menekankan.
Kata Farah menjelaskan, usulan penggunaan bank garansi sebagai instrumen jaminan buruh perlu dipertimbangkan serius. Dengan begitu, setiap kali ada permasalahan pembayaran, pekerja tetap terlindungi secara hukum.
“Maincon harus benar-benar memastikan subkontraktor patuh. Jangan hanya memikirkan bisnis, sementara buruh yang jadi korban. Bank garansi bisa jadi jalan keluar supaya hak pekerja tetap aman,” pungkasnya. (Imy)









