
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026 mengunjungi Masjid Jami Al-Azhar di Kelurahan Batu Ampar pada Kamis (26/02/). Wakil Wali Kota Balikpapan – Bagus Susetyo, hadir didampingi Sekretaris Daerah, jajaran pejabat Pemkot, serta unsur Forkopimda dan disambut hangat oleh pengurus serta jamaah.
Ketua Pengurus Masjid Jami Al-Azhar – M. Sayuti, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kepada masjid dan masyarakat sekitar.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan hibah tahun 2026 sebesar Rp34 juta serta satu unit komputer lengkap dengan printer untuk menunjang operasional masjid,” ujar Sayuti.
Pada kesempatan itu, Sayuti menyampaikan sejarah panjang masjid yang mulai dibangun pada 1983 dan diresmikan pada 1989. Meski telah beberapa kali dipugar, menurutnya masih ada persoalan yang perlu perhatian.
“Kami berharap ada solusi terkait distribusi air bersih yang hingga kini masih menjadi keluhan warga dan pengurus masjid,” katanya.
Sementara itu Wali Kota Balikpapan Bgus Susetyo mengatakan komitmen pemerintah untuk menuntaskan berbagai persoalan prioritas di Kota Balikpapan. Ia juga menyampaikan capaian terbaru kota ini di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, Balikpapan baru saja meraih penghargaan nasional terbaik kedua dalam pengelolaan sampah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.
Terkait infrastruktur dasar, ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Banjir, air bersih, dan pembangunan sekolah masih menjadi PR besar kami. Insyaallah akan terus kami upayakan agar bisa diakomodir dalam APBD Perubahan mendatang,” kata Bagus.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif selama Ramadan, terutama di kalangan remaja.
“Kami ingin Ramadan di Balikpapan berlangsung aman, tertib, dan penuh berkah. Orang tua harus berperan aktif mengarahkan anak-anaknya agar memperbanyak ibadah dan kegiatan yang bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas seperti balap liar, perang sarung, dan penggunaan petasan berlebihan harus dihindari agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Peran orang tua dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi muda agar memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan positif,” ujarnya.
Adapun sebelum salat taraweh dilaksanakan, diselingi dengan tausiah yang disampaikan oleh KH Marjuki Umar. Dalam ceramahnya, Marjuki mengibaratkan iman seperti pohon dengan akar kuat yang menancap ke bumi dan dahan menjulang ke langit.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat tarawih berjamaah dan sesi foto bersama antara wakil wali kota, pengurus masjid, dan para pejabat yang hadir. (Imy)









