
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memasuki usia ketujuh dengan menandai fase penting perjalanan perusahaan, yakni transisi dari tahap konstruksi menuju tahap operasi pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe. Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung kedaulatan energi nasional melalui semangat “Impact to Energize the Nation”.
Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti mengatakan, perjalanan tujuh tahun ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mengawal proyek strategis nasional sekaligus tumbuh bersama masyarakat.
“Momentum tujuh tahun ini bukan sekadar perayaan usia perusahaan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang kami lakukan harus mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Bambang.
Menurutnya, fase transisi menuju operasi menjadi tonggak penting setelah perusahaan melewati berbagai tantangan dalam pembangunan proyek dengan kompleksitas tinggi.
“Selama tujuh tahun perjalanan ini, KPB tidak hanya membangun proyek strategis nasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Di usia ketujuh, KPB terus memperkuat kontribusi sosial melalui berbagai program kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menyalurkan 8.050 paket lebaran dan 129 ekor hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui program “KPB Sehat Bersama”, perusahaan menghadirkan berbagai layanan kesehatan seperti khitanan massal, pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, penyuluhan stunting, hingga donor darah rutin bersama Palang Merah Indonesia (PMI).
Pada sektor lingkungan, KPB bersama masyarakat dan pemerintah daerah melakukan penanaman 7.206 bibit pohon dan mangrove, dukungan pengelolaan sampah, edukasi pengolahan sampah organik melalui fasilitas Omah Budidaya Maggot (OMAYGOT) di UPTD TPAS Manggar, hingga aksi bersih pantai untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Perusahaan juga mendukung peningkatan fasilitas publik melalui bantuan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan akses air bersih melalui sumur bor, rehabilitasi fasilitas pendidikan, pengembangan rumah ibadah, serta penguatan sarana publik bersama pemerintah daerah.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, KPB menjalankan program “KPB Mengajar” di sejumlah sekolah di Balikpapan dan PPU, pelatihan administrasi perkantoran bagi penyandang disabilitas bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Balikpapan, hingga pelatihan sertifikasi Welder dan Security Gada Pratama guna meningkatkan kompetensi masyarakat.
Bambang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan perusahaan.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Perwira PT KPB, mitra kerja, pemegang saham, pemangku kepentingan, dan masyarakat yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan ini,” katanya.
Sementara itu, Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman menegaskan pembangunan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada infrastruktur energi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kolaborasi dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan PT KPB hingga saat ini,” ujar Asep.
“Kami berharap keberadaan perusahaan dapat terus tumbuh bersama masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah dan bangsa,” tutupnya. (Imy)









