BAZNAS Kaltim Gelontorkan Rp700 Juta Cetak Pengusaha Ayam Krispi dari Kalangan Mustahik

Redaksi IDC | Monday, 29 June 2026 | 08:30
BAZNAS Kaltim
Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim Badrus Syamsi

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur mengalokasikan dana sebesar Rp700 juta untuk memberdayakan 35 mustahik melalui program Z-Chicken. Program tersebut dirancang untuk mencetak pelaku usaha ayam krispi yang mandiri, sehingga para penerima zakat diharapkan mampu bertransformasi menjadi muzakki atau pemberi zakat.

“Setiap peserta akan menerima bantuan usaha senilai Rp20 juta. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan BAZNAS Kaltim mencapai Rp700 juta,” ujar Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim Badrus Syamsi pada Sabtu (27/ 06/ 2026).

“Sebanyak 35 orang akan kami kick off dalam program Z-Chicken dalam waktu dekat ini. Masing-masing menerima satu paket usaha lengkap agar penerima manfaat dapat langsung menjalankan usahanya,” ujarnya menambahkan.

Adapun paket lengkap usaha yang diberikan berupa Gerobak, kompor, peralatan memasak, bahan baku awal hingga perlengkapan usaha kami siapkan.

“Dari A sampai Z kami berikan, termasuk pelatihan dan pendampingan agar mereka mampu mengembangkan usahanya,” ujar Badrus.

Kata Badrus menjelaskan, program Z-Chicken merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif yang dijalankan BAZNAS. Tujuan akhirnya adalah mengubah mustahik menjadi pelaku usaha yang mandiri dan memiliki kemampuan untuk berinfak maupun menunaikan zakat.

“Harapannya, ke depan mereka tidak lagi mengajukan bantuan modal karena usahanya sudah berkembang. Justru mereka bisa berinfak dan berzakat melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan mustahik lainnya,” tuturnya.

Dalam menjalankan usaha, para penerima manfaat juga didorong mampu bersaing dengan merek ayam krispi yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat. Karena itu, BAZNAS memberikan pembekalan mengenai inovasi produk dan strategi pemasaran.

“Kami ingin Z-Chicken mampu bersaing dengan brand yang sudah ada. Harganya juga kompetitif, mulai sekitar Rp6.000 per porsi. Tinggal bagaimana pelaku usahanya kreatif menghadirkan berbagai varian menu, seperti ayam geprek dengan aneka sambal dan cita rasa yang diminati masyarakat,” pungkasnya.

Untuk tahap awal, kata Badrus, 35 penerima manfaat pemberdayaan mustahik ini adalah warga domisi Kota Samarinda. Apabila proyek percontohan (pilot project) berjalan sukses, BAZNAS Kaltim akan memperluas pelaksanaannya ke 10 kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.

“Kami mulai dari Samarinda. Kalau hasilnya baik, program ini akan kami replikasi ke 10 kabupaten kota lainnya di Kalimantan Timur,” katanya antusias.

Kata Badrus menjelaskan, Z-Chicken bukanlah program pemberdayaan pertama yang dijalankan BAZNAS Kaltim. Pada tahun lalu, lembaganya juga telah menyalurkan 160 unit motor sayur kepada BAZNAS kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur untuk membantu para pedagang sayur meningkatkan produktivitas usahanya.

“Banyak pedagang yang sebelumnya masih menggunakan sepeda ontel atau sepeda motor yang sudah tidak layak. Kami bantu kendaraan beserta perlengkapannya agar usaha mereka lebih berkembang,” ujarnya. (Imy)