Inflasi Balikpapan dan PPU Meningkat, Tetap dalam Kisaran Sasaran Nasional

Redaksi IDC | Monday, 06 July 2026 | 00:40
ROBI ARIADI

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami inflasi pada Juni 2026. Meski meningkat, laju inflasi di kedua wilayah masih terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen. Kondisi tersebut didukung kecukupan pasokan pangan, stabilitas distribusi, serta sinergi pengendalian inflasi yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai program stabilisasi harga, seperti Gerakan Pangan Murah, pasar murah, dan operasi pasar.

Secara bulanan, Kota Balikpapan mencatat inflasi sebesar 0,86 persen (mtm), sedangkan Kabupaten PPU sebesar 0,39 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 2,80 persen (yoy) dan PPU sebesar 2,96 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen (yoy) maupun gabungan empat kota di Kalimantan Timur sebesar 3,20 persen (yoy).

Di Balikpapan, inflasi terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok transportasi, khususnya bensin dan angkutan udara, seiring penyesuaian harga BBM non-subsidi serta dampak kebijakan fuel surcharge penerbangan domestik. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain bawang merah, jagung manis, dan beras akibat terbatasnya pasokan serta kenaikan biaya distribusi.

Sementara itu, tekanan inflasi di PPU juga didominasi kelompok transportasi, dengan komoditas penyumbang utama berupa bensin, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, dan jagung manis. Kenaikan harga dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi, tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) dunia, serta terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih mencatat penurunan harga. Di Balikpapan, deflasi terutama berasal dari cabai rawit, semangka, bahan bakar rumah tangga, tas sekolah, dan tomat. Adapun di PPU, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, semangka, ikan tongkol, tomat, dan sawi hijau seiring meningkatnya pasokan dan hasil panen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan inflasi di Balikpapan dan PPU masih berada dalam kondisi yang terjaga berkat sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh anggota TPID.

“Ke depan, kami meyakini inflasi di Balikpapan dan PPU tetap terkendali dalam sasaran inflasi nasional. Meski demikian, sejumlah risiko seperti musim kemarau, potensi dampak El Nino terhadap produksi pangan, serta meningkatnya kebutuhan pangan perlu terus diantisipasi melalui penguatan sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan daerah,” ujar Robi.

Sepanjang Juni 2026, TPID bersama Bank Indonesia telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, antara lain rapat koordinasi, penjajakan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), percepatan tanam komoditas hortikultura, Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, Gerakan Tanam Cabai, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Bank Indonesia Balikpapan bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dan pelaksanaan roadmap pengendalian inflasi daerah 2025–2027 guna menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat. (Imy)