PLN Tambah Kapasitas GI Satui, Listrik Kalsel Makin Andal

Redaksi IDC | Tuesday, 07 April 2026 | 15:13
Pekerjaan pemasangan dan penguatan struktur di area Gardu Induk 150 kV Satui sebagai bagian dari proyek penambahan kapasitas trafo 30 MVA guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.
Pekerjaan pemasangan dan penguatan struktur di area Gardu Induk 150 kV Satui sebagai bagian dari proyek penambahan kapasitas trafo 30 MVA guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.

MEDIAONLINEIDC.COM; SATUI– PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan usai libur Idulfitri dengan melanjutkan proyek penambahan kapasitas Gardu Induk (GI) 150 kV Satui di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Proyek Extension 1 Trafo Bay dan penambahan trafo berkapasitas 30 MVA ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil di tengah pertumbuhan kebutuhan energi.

“Setelah Idulfitri, seluruh tim langsung kembali melanjutkan pekerjaan dengan semangat baru dan koordinasi yang lebih solid,” ujar Basuki.

Ia menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran strategis dalam menopang sistem kelistrikan regional.

“Penambahan kapasitas di GI Satui sangat penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, baik bagi masyarakat maupun sektor industri,” jelasnya.

Saat ini, progres pembangunan proyek telah mencapai 73,15 persen dan berada di bawah pengawasan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4).

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara PLN, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Basuki.

Dengan penambahan kapasitas 30 MVA, PLN menargetkan dapat mengurangi potensi gangguan beban pada jaringan transmisi 150 kV yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Kalimantan.

“Proyek ini tidak hanya meningkatkan keandalan sistem lokal, tetapi juga memberikan fleksibilitas operasi yang lebih optimal bagi sistem kelistrikan regional,” katanya.

Basuki juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap tahapan proyek.

“Keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama, mengingat proyek ini berada di area dengan risiko tegangan tinggi,” tegasnya.

PLN optimistis proyek ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan,” tutup Basuki. (Imy)