BI Balikpapan Perkuat UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

Redaksi IDC | Sunday, 24 May 2026 | 23:07
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan - Robi Ariadi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan - Robi Ariadi

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat sinergi strategis dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas, unggul, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, UMKM menjadi salah satu fokus utama Bank Indonesia karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi jumlah pelaku usaha maupun penyerapan tenaga kerja.

“Bank Indonesia terus mendukung langkah-langkah strategis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif. Salah satu fokus segmen usaha yang menjadi perhatian adalah UMKM karena kontribusinya terhadap perekonomian daerah sangat signifikan,” ujar Robi.

Ia menjelaskan, berbagai program telah disiapkan untuk mendukung UMKM naik kelas, mulai dari penguatan ketahanan pangan daerah, pengembangan pasar ekspor dan digital, penguatan kualitas produk, hingga fasilitasi pembiayaan usaha.

“Berbagai upaya ini diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Robi, BI Balikpapan juga menjalankan program DIGDAYA UMKM sebagai langkah nyata mempersiapkan pelaku UMKM memasuki pasar digital yang terus berkembang.

“Program DIGDAYA dirancang untuk mendorong UMKM go digital sekaligus memperluas akses pasar,” ungkapnya.

Program onboarding DIGDAYA UMKM dibuka mulai 20 Mei 2026. Dari total 160 UMKM hasil rekomendasi pemerintah daerah, OIKN, dan korporasi pembina UMKM, BI Balikpapan menetapkan 45 UMKM terpilih untuk mengikuti program tersebut.

“Pada periode Mei hingga Juni 2026 akan dilakukan pendampingan dan one on one session sesuai kebutuhan masing-masing UMKM. Selanjutnya Juli sampai Oktober dilakukan monitoring melalui monthly meeting untuk memantau perkembangan implementasi materi,” jelas Robi.

Selain penguatan digitalisasi, BI Balikpapan juga fokus mendorong UMKM menembus pasar internasional melalui Workshop Ekspor UMKM yang akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.

“Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar ekspor,” katanya.

Di sektor ketahanan pangan, BI Balikpapan mengembangkan program TANI CAMP yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“TANI CAMP mengintegrasikan aspek pengelolaan input, budidaya hingga pasca panen melalui transfer pengetahuan, berbagi best practice, serta pendampingan berkelanjutan bersama OPD terkait,” ujar Robi.

BI Balikpapan juga terus memperkuat akses pembiayaan UMKM melalui edukasi pengelolaan keuangan, business matching pembiayaan, hingga program Survei Database Profil UMKM Potensial Dibiayai (BISAID).

“Program ini menjadi jembatan antara UMKM potensial dengan lembaga keuangan agar akses pembiayaan semakin terbuka,” tambahnya.

Untuk mendukung promosi produk UMKM, BI Balikpapan akan menggelar dua flagship event yakni PESAN (Pekan Ekonomi Syariah Nusantara) 2026 pada 27-28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 pada September 2026.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kualitas, inovasi produk, dan kapasitas UMKM agar semakin kompetitif,” katanya.

Robi juga menyampaikan capaian membanggakan dari UMKM binaan BI Balikpapan dalam program IKRA Indonesia 2026.

“Terdapat tiga UMKM binaan kami yang berhasil lolos seleksi nasional, yakni Hharum dan Rumah Ampiek pada sektor modest fashion serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food. Ini membuktikan UMKM daerah mampu bersaing di level nasional,” ujarnya.

Selain itu, BI Balikpapan turut mendukung penguatan ekosistem industri kopi melalui Kompetisi Cangkir Barista Championship Pejuang Kopi Nusantara.

“Dari 419 peserta nasional yang lolos seleksi awal, terdapat tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan yang berhasil melaju ke tahap regional Kalimantan,” tutup Robi. (Imy)

Tags :