MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menghadirkan pengalaman berbeda dalam FENTURUN 2026 yang dihelat pada Minggu, (26/ 07/ 2026). Pada moment FENTURUN yan ke- tiga ini Bank Indonesia menyediakan medali finisher yang terbuat dari Limbah Racik Uang Kertas (LRUK), alias material hasil pengolahan uang Rupiah yang sudah tidak layak edar.

“Melalui FENTURUN 2026, kami ingin menghadirkan pesan bahwa Rupiah tidak hanya memiliki nilai ketika digunakan sebagai alat pembayaran, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui pengelolaan yang bertanggung jawab setelah masa edarnya berakhir,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi saat bincang media pada Rabu (24/ 07/ 2026) sore.
Selain medali berbahan LRUK, kata Robi, komitmen keberlanjutan dalam FENTURUN 2026 juga diwujudkan melalui penggunaan reusable bottle dan paper glass di seluruh water station guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Inovasi medali berbahan LRUK menjadi salah satu bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular,” kata Robi.
FENTURUN 2026, kata Robi, merupakan bagian dari rangkaian Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026, yang menjadi wadah sinergi KPwBI Balikpapan bersama pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
FENTURUN 2026 akan diselenggarakan pada 26 Juli 2026 di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan dengan melibatkan sekitar 3.500 peserta pada kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K). Kegiatan ini turut menghadirkan showcasing 16 UMKM kuliner unggulan, experience QRIS, layanan publik, serta berbagai aktivitas edukasi masyarakat.
“Mengusung tema keberlanjutan dengan tagline “Step for the Run, Step for the Future”, FENTURUN 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mendorong gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, serta perluasan penggunaan pembayaran digital,” kata Robi antusias.
Robi mengatakan seluruh transaksi selama kegiatan menggunakan QRIS sebagai implementasi nyata ekosistem pembayaran digital, sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat.
Lebih jauh Robi mengatakan penguatan ekosistem pembayaran digital di wilayah kerja KPwBI Balikpapan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS tercatat mencapai 39,28 juta transaksi, tumbuh 93,72 persen (yoy), dengan nominal transaksi sebesar Rp4,26 triliun, atau meningkat 60,01 persen (yoy).
“Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah di wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Robi. (Imy)









