Eni Finalisasi Investasi Proyek Gas Besar Kaltim

Redaksi IDC | Wednesday, 18 March 2026 | 21:37
WhatsApp Image 2026-03-18 at 17.36.09

MEDIAONLINEIDC.COM; JAKARTA- Perusahaan energi global Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur.

Keputusan ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menandai percepatan signifikan pengembangan proyek gas laut dalam di Indonesia.

Proyek ini memanfaatkan teknologi produksi laut dalam dan infrastruktur yang telah ada, termasuk fasilitas Jangkrik FPU serta reaktivasi Train F di Bontang LNG Plant guna meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat komersialisasi gas.

Pengembangan Gendalo dan Gandang dilakukan di kedalaman 1.000–1.800 meter dengan tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik. Sementara North Hub mencakup 16 sumur produksi di kedalaman 1.700–2.000 meter yang akan terhubung ke FPSO baru.
FPSO tersebut dirancang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.

Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat. Produksi ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncak pada 2029.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat untuk memasok jaringan domestik dan mendukung produksi LNG di Bontang, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Sementara kondensat akan diproses di fasilitas FPSO sebelum dikirim menggunakan kapal tanker.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut keputusan investasi ini sebagai sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas Indonesia.
“Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, SKK Migas bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberi manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.
“Dengan investasi senilai lebih dari US$15 miliar, proyek ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang besar, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang,” kata Djoko.

Djoko juga mengungkapkan bahwa Eni tengah menjalankan proses tender pengadaan barang dan jasa serta telah mengamankan sejumlah Long Lead Item (LLI).

“Pengumuman FID ini juga telah dilaporkan langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,” tambahnya.

Lebih lanjut, proyek ini akan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia, Petronas, dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo).
“Perusahaan baru ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029,” jelas Djoko.

Eni sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas utama di Cekungan Kutai, Selat Makassar, yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional. (Imy)