
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memastikan partikel debu yang sempat dikeluhkan warga di sejumlah kawasan Balikpapan telah melalui pengujian laboratorium dan dinyatakan tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Sampel debu tersebut bahkan telah dibawa ke Laboratorium Sucofindo Jakarta untuk memastikan kandungan materialnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pihaknya turut melakukan investigasi bersama instansi terkait di Kantor Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Kamis (25/6), guna menelusuri sumber dan karakteristik partikel debu yang sempat viral di media sosial.
“Dari hasil yang diperlihatkan kepada kami, debu tersebut merupakan zeolit yang kaya aluminium silikat dan sejauh ini dinyatakan aman. Namun kami tetap melakukan pemantauan kesehatan kepada masyarakat terdampak,” ujar Alwiati.
Berdasarkan penjelasan yang diterima Dinkes, material tersebut muncul saat pelaksanaan uji coba peralatan di area kilang. Dalam proses tersebut terjadi gangguan teknis atau miscommissioning pada salah satu peralatan sehingga partikel debu keluar ke lingkungan sekitar.
Menurut Alwiati, hasil pemeriksaan menunjukkan material yang ditemukan warga memiliki karakteristik menyerupai pasir biasa dengan ukuran partikel yang lebih halus. Sejauh ini, hasil pengujian tidak menemukan indikasi kandungan berbahaya yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
“Pihak Pertamina sudah memperlihatkan hasil pengujian. Debu itu pada dasarnya seperti pasir biasa, hanya lebih halus,” katanya.
Ia menjelaskan, pihak perusahaan telah menghentikan proses pengujian begitu gangguan terdeteksi dan saat ini tengah melakukan perbaikan terhadap peralatan yang bermasalah. Jika uji coba kembali dilakukan, Pertamina disebut akan berkoordinasi lebih dahulu dengan pihak terkait serta menambah sistem scrubber untuk meminimalkan keluarnya partikel debu ke lingkungan.
Meski hasil laboratorium menunjukkan kondisi aman, Dinkes Balikpapan tetap mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga di wilayah terdampak.
“Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut,” ungkap Alwiati.
Hingga saat ini, Dinkes Balikpapan belum menerima laporan adanya peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan paparan debu tersebut. Berdasarkan pemantauan puskesmas di wilayah terdampak, juga belum ditemukan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Alwiati mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan diri apabila masih menemukan sisa partikel debu di lingkungan sekitar. Warga disarankan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan debu, membersihkan wajah dan mata dengan air mengalir apabila terkena paparan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.
“Apabila ada keluhan setelah terpapar debu, segera laporkan dan periksakan diri ke puskesmas terdekat. Pertamina juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada warga yang membutuhkan penanganan medis,” pungkasnya. (Imy)









