Proyek RDMP Balikpapan Masuki Tahap Akhir, Kemenkeu dan Komisaris Pertamina Pastikan Kesiapan Operasional

Redaksi IDC | Friday, 07 November 2025 | 12:05
rdmp jumat

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe memasuki tahap akhir menuju pengoperasian. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) bersama Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) pada Selasa (04/11/2025).

Kegiatan berlangsung di Gedung New Site Office PT KPB dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area proyek. Turut hadir perwakilan Kemenkeu RI, Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero), serta manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT KPB.

Direktur Utama PT KPB Bambang Harimurti, menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan Pertamina menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri migas dalam negeri.

“Dengan dukungan penuh dari Kementrian Keuangan, sinergi penyelesaian proyek ini semakin kokoh. RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi BBM hingga sekitar 142 ribu barrel per hari, LPG hingga 336 ribu ton per tahun, serta propylene mencapai 300 ribu ton per tahun. Ini adalah langkah strategis menuju kemandirian energi nasional,” ujarnya Bambang.

Selain meninjau kesiapan fisik, kunjungan ini juga membahas penguatan tata kelola keuangan dan mitigasi risiko fiskal proyek, termasuk strategi penjaminan, pengelolaan valuta asing. Termasuk juga perlindungan aset strategis melalui skema asuransi untuk proyek migas berskala besar seperti RDMP Balikpapan.

Diskusi turut menyoroti kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara melalui pajak, dividen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sepanjang 2024, Pertamina menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan nasional dengan setoran mencapai Rp401,73 triliun ke kas negara.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Dwi Teguh Wibowo, mengapresiasi kemajuan RDMP Balikpapan yang dinilai memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi nasional.

“Saya bangga melihat progres kilang ini karena hasilnya akan memberi dampak besar perekonomian nasional. Dulu kita masih sering mengimpor aspal dan produk turunan minyak lainnya. Kini angka impor itu mulai menurun dan ini pencapaian luar biasa,” kata Teguh optimis.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan beberapa fasilitas utama kilang modern, antara lain Crude Distillation Unit (CDU) IV, Hydrocracking Unit (HCU), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Boiler, dan Main Control Room (MCR) sebagai pusat kendali operasional kilang.

Sementara itu, Vice President Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman, mengatakan bahwa RDMP Balikpapan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.

“Sesuai dengan Asta Cita, khususnya cita ketiga tentang kemandirian ekonomi berbasis energi bersih dan berkelanjutan, serta cita keenam mengenai pemerataan pembangunan wilayah, proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Asep. (*/Imy)