Pengiriman Biomassa Terbesar, PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Teluk Balikpapan

Redaksi IDC | Tuesday, 10 March 2026 | 14:09
PLN

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus berinovasi untuk mencapai target pasokan biomassa tahun 2026 yang dipatok sebesar 3,65 juta ton. Terbaru, PLN EPI mengirimkan biomassa jenis cangkang sawit ke PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan tongkang. Sekitar 6.700 ton biomassa diangkut dari Kabupaten Berau.

Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pengiriman ini menjadi pencapaian penting dalam upaya meningkatkan pemanfaatan biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Ini adalah pengiriman terbesar yang pernah kami lakukan. Sekali kirim mencapai 6.700 ton biomassa. Saya harap ini menjadi awal yang baik untuk mencapai target pasokan 3,65 juta ton pada 2026,” kata Hokkop.

Ia menjelaskan, sebelumnya PLN EPI juga pernah mengirim biomassa jenis serbuk kayu atau sawdust menggunakan tongkang ke PLTU Tanjung Awar-awar di Tuban sebanyak 5.600 ton. Namun volume pengiriman cangkang sawit kali ini menjadi yang paling besar.

Menurut Hokkop, cangkang sawit merupakan salah satu jenis biomassa premium selain wood pellet. Ia menyebutkan kandungan kalori cangkang sawit cukup tinggi dan hampir menyamai batu bara sehingga sangat cocok digunakan dalam program cofiring biomassa di PLTU.

“Cangkang sawit memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga sangat mendukung peningkatan porsi cofiring biomassa di PLTU. Kualitasnya cukup baik dan mampu mendekati karakteristik batu bara,” ujarnya.

Hokkop menambahkan, penggunaan jalur laut melalui tongkang menjadi pilihan yang sangat efektif untuk distribusi biomassa di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, sebagian besar PLTU milik PLN dapat diakses melalui jalur perairan dan memiliki fasilitas jetty sendiri.

“Pengangkutan biomassa melalui jalur laut memungkinkan volume yang jauh lebih besar dibandingkan transportasi darat. Selain itu, sebagian besar PLTU PLN memang berada di wilayah yang dapat dijangkau lewat perairan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa sumber bahan baku biomassa di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. Di Kalimantan, misalnya, ketersediaan cangkang sawit cukup melimpah, sementara di pulau lain belum tentu memiliki sumber yang sama.

“Karena sumber biomassa tersebar, maka transportasi laut menjadi solusi agar laut tidak lagi menjadi penghalang distribusi biomassa antarpulau,” ucap Hokkop.

Menurutnya, bukan tidak mungkin ke depan cangkang sawit dari Kalimantan akan dikirim untuk memasok kebutuhan PLTU di wilayah lain seperti Sulawesi.

“Bahkan sebelumnya kami sudah pernah mengirim sawdust dari Sulawesi ke PLTU Tuban di Jawa Timur. Transportasi laut akan menjadi solusi pemerataan pasokan biomassa agar target masing-masing PLTU bisa tercapai,” katanya.

Dengan pengiriman 6.700 ton cangkang sawit ini, Hokkop mengaku semakin optimistis target pasokan biomassa tahun 2026 dapat tercapai meskipun angkanya meningkat cukup signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“Target tahun ini memang naik cukup besar dibandingkan capaian 2025. Namun dengan kerja keras, inovasi, dan kekompakan tim, kami optimistis target 3,65 juta ton bisa tercapai,” ujar Hokkop.

“Salah satunya melalui pengiriman biomassa cangkang sawit menggunakan tongkang seperti yang dilakukan saat ini. Ini membuat kami semakin yakin target tersebut bisa diraih,” tutupnya. (Imy)