Kaops Antik Mahakam 2026, Tekankan Optimalisasi Pengendalian dan Pelaporan

Redaksi IDC | Sunday, 12 July 2026 | 15:48
mahakam

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Romylus Tamtelahitu memimpin briefing sekaligus melakukan pengecekan Posko Operasi Antik Mahakam 2026 di Gedung Ditresnarkoba Polda Kaltim, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta sistem pengendalian sebelum operasi digelar.

Briefing diikuti Kasatgas Lidik, Kasatgas Sidik, Kasatgas Banops, Kepala Posko, Kepala Analisa dan Evaluasi (Anev), serta personel Ditresnarkoba Polda Kaltim yang terlibat dalam Operasi Antik Mahakam 2026.

Dalam arahannya, Romylus menegaskan bahwa kesiapan seluruh personel menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi.

“Kita harus memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Tidak hanya pelaksanaan di lapangan, tetapi juga pengendalian dari posko harus berjalan dengan baik,” ujar Romylus.

Ia mengatakan, posko operasi memiliki peran vital sebagai pusat kendali selama Operasi Antik Mahakam 2026 berlangsung.

“Posko bukan sekadar tempat administrasi, tetapi menjadi pusat koordinasi, pengendalian, monitoring, dan evaluasi seluruh kegiatan operasi. Karena itu, seluruh perangkat pendukung harus dipastikan siap digunakan,” katanya.

Romylus juga meminta agar sistem pelaporan dari seluruh satuan tugas dapat berjalan cepat, akurat, dan berjenjang sehingga perkembangan operasi dapat dipantau secara menyeluruh.

“Saya minta seluruh mekanisme pelaporan dilaksanakan secara optimal, baik di tingkat Polda maupun jajaran kewilayahan. Setiap perkembangan harus segera dilaporkan agar pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Menurutnya, pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme operasional, administrasi, serta koordinasi antarsatgas berjalan efektif sehingga sasaran Operasi Antik Mahakam 2026 dapat tercapai.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan briefing dan pengecekan posko merupakan bagian penting sebelum pelaksanaan operasi di lapangan.

“Briefing dan pengecekan posko menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sistem pendukung operasi. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan operasi di lapangan diharapkan berjalan lebih efektif dan sesuai sasaran,” ujarnya.

Menurut Tedy, Operasi Antik Mahakam merupakan salah satu langkah strategis Polda Kaltim dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kalimantan Timur.

“Operasi Antik Mahakam merupakan salah satu langkah strategis Polda Kalimantan Timur dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, kesiapan personel, posko operasi, sistem pelaporan, hingga pengendalian harus dipastikan berjalan maksimal agar seluruh rangkaian operasi dapat terlaksana secara efektif, terukur, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia menegaskan Polda Kaltim berkomitmen mengoptimalkan sinergi seluruh fungsi operasional guna mendukung keberhasilan Operasi Antik Mahakam 2026.

“Melalui sinergi seluruh fungsi operasional, kami ingin memastikan operasi ini memberikan hasil maksimal sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tutup Tedy. (Imy)