PESAN 2026 Siapkan UMKM Tembus Pasar Lebih Luas

Redaksi IDC | Thursday, 25 June 2026 | 18:47
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi (Tengah)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi (Tengah)

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Bank Indonesia Balikpapan mengajak masyarakat menghadiri Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang akan digelar pada 27-28 Juni 2026 di Main Atrium Pentacity Mall Balikpapan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan UMKM, industri halal, dan ekonomi syariah di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan PESAN 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

“Melalui PESAN 2026 kami ingin memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujar Robi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi syariah, tetapi juga wadah pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya sektor Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).

“Kami ingin UMKM memperoleh manfaat yang nyata melalui peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, akses pasar, hingga akses pembiayaan syariah. Karena itu rangkaian kegiatan yang disiapkan sangat komprehensif,” katanya.

Dalam penyelenggaraan PESAN 2026, masyarakat dapat mengunjungi pameran produk UMKM unggulan yang telah melalui proses kurasi. Produk yang ditampilkan mulai dari makanan dan minuman halal, produk kriya, wastra, hingga berbagai produk kreatif khas daerah.

Selain pameran, sejumlah talkshow dan workshop juga disiapkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha. Materi yang diberikan mencakup kewirausahaan halal, strategi pemasaran digital, akses pasar ekspor, penguatan kemasan produk, hingga akses pembiayaan syariah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memperluas pasar, termasuk menjangkau pasar nasional maupun internasional,” ujar Robi.

Tak hanya UMKM, pesantren juga menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan PESAN 2026. Bank Indonesia mendorong penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui berbagai program edukasi dan pengembangan usaha.

“Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Karena itu kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah di daerah,” katanya.

Robi mengajak masyarakat Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, serta kawasan IKN untuk turut hadir dan meramaikan PESAN 2026.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kehadiran masyarakat bukan hanya mendukung UMKM dan industri halal daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (Imy)