Pertamina Bekali Warga Binaan Lapas Balikpapan dengan Pelatihan Pertanian

Redaksi IDC | Saturday, 27 June 2026 | 16:59
or 6 30 jun

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan menggelar pelatihan pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Balikpapan, Rabu (24/6), merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan diikuti 11 warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi. Mereka mendapatkan pembekalan dari praktisi pertanian mengenai teknik memperbaiki dan mengelola kembali tanah bekas media tanam agar tetap produktif, khususnya menghadapi kondisi lahan di Balikpapan yang memiliki karakteristik tanah kurang subur.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka diharapkan mampu membangun komunitas yang produktif sekaligus membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan,” ujar Edi.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Pertamina. Menurutnya, kerja sama yang dimulai melalui program pengelolaan limbah pada 2022 dan berlanjut pada sektor pertanian sejak 2025 telah memberikan dampak positif bagi pembinaan warga binaan.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Salah satu bentuk dukungannya adalah pembangunan greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE. Fasilitas tersebut memungkinkan kami bersama warga binaan melaksanakan panen raya perdana melon dengan hasil sekitar 400 kilogram,” kata Moko.

Area SAE Lapas Balikpapan seluas sekitar 7.000 meter persegi saat ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budidaya, mulai dari tanaman hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, dan pisang, hingga sektor perikanan dan peternakan ayam. Pelatihan pengelolaan lahan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung keberlanjutan program pertanian di lingkungan lapas.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pertamina juga menyalurkan sejumlah sarana pendukung pertanian, di antaranya mesin sprayer, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, serta ember fermentasi untuk pengolahan pupuk organik. (Imy)