MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN-– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar bagi masyarakat di Kota Balikpapan berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan aliansi sopir truk dan mahasiswa pada Senin (4/5). Menyikapi hal itu, Pertamina bersama DPRD Kota Balikpapan, perwakilan sopir truk, mahasiswa, serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggelar audiensi pada Rabu (6/5) guna membahas kondisi penyaluran Biosolar dan upaya peningkatan ketepatan sasaran subsidi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya mendukung langkah evaluasi yang dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan demi memastikan distribusi Biosolar berjalan lebih optimal.
“Pertamina pada prinsipnya mendukung seluruh langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Balikpapan semakin optimal, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan penyaluran lebih tepat sasaran,” ujar Edi.
Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas menyampaikan akan melakukan evaluasi terhadap kuota penyaluran Biosolar di SPBU 6476119 KM 13 dan SPBU 6476110 KM 15 yang saat ini beroperasi selama 24 jam.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik serta distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan,” katanya.
Selain itu, BPH Migas juga akan menindaklanjuti usulan Pemerintah Kota Balikpapan terkait penambahan SPBU penyalur Biosolar yang saat ini masih dalam proses administrasi.
“Penambahan titik penyaluran diharapkan dapat membantu mengurai antrean dan mempermudah akses masyarakat terhadap BBM subsidi,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran distribusi, Pertamina sejak Senin (4/5) telah meningkatkan volume penyaluran Biosolar di atas kuota harian. Di SPBU KM 13, penyaluran meningkat menjadi 64 kiloliter per hari atau naik 160 persen dari kuota normal. Sementara di SPBU KM 15, penyaluran meningkat menjadi 40 kiloliter per hari atau sekitar 162,5 persen dari kuota harian.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, dapat berjalan optimal,” tambah Edi.
Meski dilakukan penambahan volume penyaluran, Pertamina menegaskan langkah tersebut tetap dilakukan secara terukur agar sesuai kuota tahunan pemerintah dan memastikan BBM subsidi digunakan oleh masyarakat yang berhak.
“Pertamina tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kuota subsidi pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran Biosolar subsidi.
“Pengawasan bersama sangat penting agar distribusi BBM subsidi berjalan transparan dan tepat sasaran,” ujarnya lagi.
Pertamina turut mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya. Melalui program QR Code Subsidi Tepat, Pertamina berharap mekanisme penyaluran BBM subsidi dapat semakin terkontrol dan transparan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau akun media sosial @pertamina135. (Imy)









