MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Badan Pengawas Pemilu Kota Balikpapan menggelar konsolidasi demokrasi dengan Partai Solidaritas Indonesia bertempat Sekretariat DPD PSI Kota Balikpapan, Jalan MT Haryono pada Selasa (14/ 04/ 2026.

Adapun perwakilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan, Koordinator Divisi Hukum, Penyelesaian Sengketa Dedi Irawan S.H.I., M.H dan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Ahmadi Azis. S.Sos serta sejumlah pejabat struktural dan staf Bawaslu Kota Balikpapan.
“Konsolidasi di luar tahapan pemilu bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi politik memperkuat posisi partai,” ujar Ketua DPD PSI Kota Balikpapan, Juan Milliando Siregar dalam sambutannya.
Juan mengatakan pertemuan ini menjadi sinyal awal menguatnya komunikasi politik antara penyelenggara pemilu dan partai menjelang dinamika kontestasi ke depan. Hal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi kelembagaan.
“Konsolidasi ini bukan hanya internal, tapi juga eksternal untuk memastikan demokrasi berjalan stabil,” kata Juan.
Pada kesempatan tersebut Juan juga menyampaikan bahwa DPD PSI Kota Balikpapan saat ini tengah fokus pada penguatan struktur partai.
“Kami sedang memperkuat disiplin organisasi dan soliditas kader. Ini penting dan menjadi fokus utama kami, agar PSI benar-benar siap memperjuangkan aspirasi pekerja dan masyarakat secara nyata,” ujarnya antusias.
Sementara itu Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Dedi Irawan mengatakan pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagian dari konsolidasi kekuatan demokrasi. Ia berujar dengan konsolidasi politik demokrasi pilitik akan berjalan lebih inklusif, kokoh dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
“Pertemuan ini adalah langkah strategis. PSI punya peran penting sebagai kekuatan sosial yang dapat menentukan arah kebijakan dan pembangunan melalui partisipasi politik aktif,” ujar Dedi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan partai menghadapi kontestasi politik. Dedi menekankan bahwa kesiapan administrasi, kekuatan struktur, hingga pendidikan politik kader harus benar-benar diperhatikan. Hal ini bertujuan agar kader partai bisa menjalankan tahapan pemilu dengan benar.
“Data center kami memuat rangkuman seluruh hasil pengawasan Pemilu 2024. Termasuk adanya temuan pelanggaran, laporan masyarakat dan tindak lanjut penanganan perkara di setiap tahapan,” kata Dedi mengungkapkan.
“Data ini penting sebagai referensi bagi peserta pemilu untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pemilu agar lebih tertib, transparan dan berintegritas,” ujarnya menambahkan.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Balikpapan Ahmadi Azis, berujar bahwa konsolidasi ini harus dimaknai sebagai langkah konkret memperbaiki tata kelola demokrasi. Ia mengatakan konsolidasi Bawaslu dan PSI sebagai momentum membangun komuniasi intensif dengan peserta pemilu, sekaligus mencegah pelanggaran melalui pembekalan pengetahuan kepemiluan.
“Kami berharap kolaborasi ini berkelanjutan dalam rangka mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas,” kata Ahmadi. (*/ Imy)









