
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pengurus Tahfiz Reguler Masjid Istiqamah Pertamina Balikpapan menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Istiqamah pada Ahad (15/ 02/ 2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tahfiz Reguler Istiqamah ini mengangkat tema “Tauhid Ramadhan: Meningkatkan Kualitas Diri Bersama Bulan Suci Ramadhan” dengan tagline, “Jika bukan bulan suci Ramadhan, maka bulan apa yang kamu tunggu untuk berubah?”. Hadir sebagai pemateri, Ustadz Putra Pradipta, S.Pd.I, M.Ag.D.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Istiqamah Pertamina Balikpapan, Ustad M. Nasrullah, mengatakan santri yang aktif di Tahfiz Reguler saat ini mencapai 280 orang. Namun demikian, masih terdapat daftar tunggu yang belum dapat ditampung oleh pengurus.
“Masih ada beberapa calon santri didaftar tunggu. Belum kami terima karena kebetulan kita belum mendapatkan ustazah,” ujarnya.
“Jadi kita terpaksa menunggu sampai mudah-mudahan kita berhasil lagi merekrut pengajar-pengajar yang baru,” jelasnya.
Nasrullah juga mengingatkan para ustaz dan ustazah agar menjaga kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an selama Ramadhan. Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam memperbaiki bacaan santri. Ia berujar para pengajar bukan hanya sekadar mendengarkan bacaan para santri tetapi menjaga bahwa bacaan mereka benar-benar betul, sohih, makhrajnya dan hukum-hukum bacaannya.
“Anak-anak kita ini sudah meluangkan waktu tidak bermain HP dan tidak bersenang-senang selama beberapa jam untuk belajar. Jadi kita fokuskan mereka untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik,” tegasnya.
“Kalau masih ada kekeliruan ditegur dan diperbaiki sampai betul-betul benar bacaannya,” katanya mengingatkan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Putra Pradipta menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sarat makna dan pendidikan spiritual.
“Bulan Ramadhan datang kepada kita sebagai bulan yang melatih kita untuk peduli. Puasa itu termasuk rukun Islam. Ramadhan juga bulan pendidikan, melatih kita untuk peduli, dan melatih kita agar tidak tamak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa syarat sah puasa adalah niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ustadz Putra juga memaparkan beberapa hal yang membatalkan puasa, salah satunya masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh seperti mulut atau hidung.
Pada sesi akhir, Ustadz Putra juga mengajak para santri tahfiz untuk aktif berinteraksi dengan memberikan sejumlah pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Ustad Putra sendiri menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti diselingi dengan guyonan sehingga para santri dapat menyimak dengan baik dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk semakin meningkatkan kualitas diri dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan, ujar Ustad Putra seraya tersenyum. (Imy)









