MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN, — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan masih menghadapi kendala penyediaan lahan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma mengatakan, pemerintah daerah hingga kini baru dapat menyediakan 11 lokasi lahan untuk pembangunan koperasi tersebut.
“Dari jumlah itu, lima lokasi telah rampung dibangun, sedangkan enam lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Heru.
“Yang kendalanya pasti penyediaan lahannya. Lahan aset itu kan diminta dari pemerintah daerah menyiapkan aset pemerintahnya untuk nanti dibangunkan oleh BUMN lewat PT Agrinas bersama TNI,” ujarnya lagi.
Kata Heru menjelaskan, lima lokasi yang telah berdiri berada di Graha Indah, Gunung Bahagia, Manggar, Manggar Baru, dan Karang Joang. Sementara enam lokasi lainnya berada di Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, Gunung Samarinda, Batu Ampar, dan dua lokasi lainnya yang masih dalam proses.
“Untuk lima koperasi yang sudah berdiri itu pertama di Graha Indah, selanjutnya di Gunung Bahagia, terus ada di Manggar, di Manggar Baru, sama di Karang Joang,” ujarnya menyebutkan.
Kata Heru menjelaskan, pembangunan koperasi tersebut menggunakan lahan aset yang telah tersedia sehingga tidak melalui proses pembebasan lahan. Skema tersebut mengikuti permintaan pemerintah pusat agar pemerintah daerah menyediakan lahan aset untuk pembangunan. Ia berujar, keterbatasan aset pemerintah daerah membuat pihaknya mulai menjajaki sejumlah alternatif lahan untuk tahap berikutnya.
“Kami jajaki diantaranya aset milik BUMN, pemerintah provinsi, hingga kementerian,” ujarnya menyebutkan.
Untuk tahap kedua, kata Heru, DKUMKMP Balikpapan berencana mengajukan sekitar 10 lokasi tambahan. Sejumlah lahan yang dijajaki antara lain aset Pertamina, Kementerian Keuangan, TNI AU, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Baru tahap penjajakan administrasi dan memohon persetujuan dari kepala daerah. Belum ada arahan atau instruksi itu, jadi kami masih menunggu aturan dari pusat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Heru menyebut pihaknya telah mengajukan sekitar 21 lokasi lahan untuk pembangunan koperasi. Sementara terkait target pembangunan secara nasional, pemerintah pusat disebut menargetkan sekitar 50 persen dari total sekitar 83 ribu koperasi dapat terbangun. Namun, Heru belum dapat memastikan jumlah koperasi yang akan terbangun di Balikpapan hingga akhir tahun.
“Kalau terbangunnya pasti mintanya 50 persen dari jumlah 83 ribu itu se-Indonesia. Kita yang di Balikpapan masih belum bisa pastikan. Yang jelas kami sudah mengajukan sekitar 21 lokasi lahan,” kata Heru. (Imy)








