Kabut Asap Selimuti Balikpapan, Kasus ISPA Meningkat hingga Hampir 20 Persen

Redaksi IDC | Tuesday, 01 September 2026 | 11:25
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah munculnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah kota.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P., mengatakan, berdasarkan data pada Agustus 2026 terjadi peningkatan sejumlah kasus ISPA dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada Agustus memang terdapat peningkatan kasus ISPA dibandingkan Juli 2026. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap,” ujar Alwiati.

Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat kasus acute nasopharyngitis atau common cold dengan kode diagnosis J00 meningkat dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus 2026 atau naik 7,2 persen.

Sementara kasus acute pharyngitis atau radang tenggorokan akut dengan kode J02 meningkat 14,7 persen, dari 1.714 kasus pada Juli menjadi 1.966 kasus pada Agustus.

Peningkatan tertinggi terjadi pada kasus acute upper respiratory infection, unspecified atau infeksi saluran pernapasan atas yang tidak spesifik dengan kode J06.9. Jumlah kasus meningkat dari 1.135 kasus pada Juli menjadi 1.361 kasus pada Agustus atau naik 19,8 persen.

“Peningkatan ini menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat harus mulai melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak semakin mudah terserang gangguan pernapasan,” katanya.

Alwiati mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi kabut asap.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak terlalu penting serta memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar apabila tidak mendesak, memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi,” ujarnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Alwiati menegaskan, warga yang mulai mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya agar tidak mengabaikan gejala tersebut.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan ISPA. Terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan di tengah potensi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Mari kita jaga kesehatan bersama, waspada terhadap ISPA dan lindungi diri serta keluarga dari dampak buruk kabut asap,” pungkas Alwiati. (Imy)