
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Capaian penggunaan QRIS di Balikpapan menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Berdasarkan catatan yang ada, hingga akhir April 2025, jumlah transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjangkau 50 persen dari target tahunan BI Balikpapan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan– Robi Ariadi mengatakan, Transaksi QRIS oleh BI Balikpapan ditargetkan sebanyak 30,11 juta transaksi, dan telah tercapai 14,8 juta transaksi sampai dengan April 2025.
“Ini berarti hampir 50% dari target tahunan secara nasional,” ujar Robi pada Selasa (17/ 06/ 2025).
Kata Robi menjelaskan, secara nasional, pemerintah menargetkan 40 juta merchant pengguna QRIS baru. Sementara itu transaksi dalam kurun Januari hingga April 2025 sebesar Rp. 6,5 miliar.
“Di kota Balikpapan sendiri, semua target baik dari sisi merchant, volume transaksi dan pengguna QRIS telah berjalan dengan baik. BI telah melakukan upaya untuk meningkatkan penggunaan QRIS, salah satunya adalah Fentura atau Festival Non Tunai Nusantara.
“Kami terus mendorong pemanfaatan QRIS, terutama di kalangan UMKM. Digitalisasi pembayaran merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Robi.
QRIS sendiri, kata Robi merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja, baik dari segi efisiensi mapun transparansi. Selain itu juga dalam rangka menekan peredaran uang palsu di masyarakat.
Berdasarkan catatan BI Balikpapan, Peredaran uang palsu (upal) di Kota Balikpapan menunjukkan tren penurunan. Sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan Juni, BI menerima laporan peredaran Upal sebanyak 168 bilyet (lembar). Jumlah ini, kata Robi, menurun dibandingkan tahun lalu periode yang sama yang mencapai 185 bilyet.
“Jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, peredaran upal di Balikpapan tergolong relatif rendah, dengan total nilai hanya mencapai jutaan rupiah. Kasus uang palsu di Balikpapan relatif kecil dan trennya pun menurun,” kata Robi.
“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dan sistem pengawasan kita yang semakin baik,” ujar Robi menambahkan. (*/ Imy)








