
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– NextDev Summit 2026 kembali digelar oleh Telkomsel sebagai puncak program impact incubator NextDev ke-11, menghadirkan Final Pitching 10 technopreneur terbaik dengan inovasi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Selain sesi pitching, kegiatan ini juga diramaikan dengan konferensi, showcase inovasi, serta ruang kolaborasi yang mempertemukan finalis dengan mentor, alumni, investor, dan mitra ekosistem digital.
Mengusung tema “Unleashing AI Impact”, ajang ini menjadi momentum penting di tengah tantangan pendanaan technopreneur di kawasan Asia Tenggara. Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya solusi digital berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem digital nasional.
“Perjalanan satu dekade ini bukan perjalanan yang mudah. Kita semua yang terlibat di dalamnya adalah pemenang karena bersama-sama membangun ekosistem,” ujarnya.
“Telkomsel sebagai infrastruktur dan platform memiliki peran signifikan sebagai langkah awal dalam memastikan kedaulatan digital kita,” lanjutnya.
“Dengan penguasaan AI, kami berharap NextDev dapat terus membantu membangun ekosistem digital yang benar-benar dibutuhkan Indonesia.”
Senada dengan itu, pemanfaatan AI dalam NextDev tahun ini ditegaskan sebagai akselerator dampak, bukan sekadar tren teknologi.
Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, mengatakan, “NextDev telah melahirkan banyak talenta hebat di Indonesia.”
“Sepuluh tahun adalah bukti konsistensi. Setiap keberhasilan selalu melalui proses panjang, kerja keras, dan konsistensi,” tambahnya.
“Teknologi AI adalah keniscayaan, tetapi jangan dijadikan sumber kreatif utama. AI hanyalah alat untuk mempercepat proses, sementara kreativitas tetap harus datang dari manusia,” tegasnya.
“Jangan takut gagal, karena kegagalan justru menjadi tangga untuk belajar dan berkembang lebih baik.”
Rangkaian NextDev Summit 2026 menghadirkan berbagai agenda utama, mulai dari sambutan Direktur Utama Telkomsel Nugroho, keynote speech, sesi Final Pitching, diskusi NextDev Talks, hingga pengumuman pemenang. Sebelumnya, para finalis juga telah melalui fase Academy berupa bootcamp, mentoring, expert session, dan benchmarking ekosistem.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan optimisme terhadap potensi talenta digital Indonesia.
“Indonesia memiliki talenta yang sangat besar dan potensial,” ujarnya.
“Dengan dukungan pemerintah, potensi digital ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu,” lanjutnya.
“Visi Telkomsel adalah memberdayakan masyarakat Indonesia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik hari ini dan di masa depan,” jelasnya.
“Karena itu, kami secara konsisten melakukan scouting dan development melalui program NextDev.”
Dalam ajang ini, 10 technopreneur terbaik dari berbagai daerah di Indonesia mempresentasikan solusi inovatif mereka. Setelah melalui proses penilaian, Tax Point asal Tabanan, Bali, terpilih sebagai Best of The Best NextDev ke-11.
Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha, menyampaikan, “NextDev ke-11 memberikan ruang belajar yang sangat berharga bagi kami.”
“Pendampingan mentor dan akses jejaring membantu kami memahami masalah yang kami selesaikan, memperkuat model bisnis, hingga menentukan strategi implementasi AI,” ujarnya.
“Semua pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk tumbuh lebih kuat ke depan.”
Selain itu, Epployee dari Bandung terpilih sebagai Runner Up dengan solusi HRIS berbasis cloud dan AI, sementara Sumrize dari Subang meraih predikat Most Attractive Digital Business melalui platform AI yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis.
Para finalis pun menilai ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran.
“Program ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kami berkembang dan mendapatkan perspektif baru,” ujar salah satu finalis.
“Kami juga mendapatkan akses jejaring yang sangat penting untuk pengembangan bisnis ke depan,” tambahnya.
Sejak pertama kali digelar, NextDev telah membina ratusan technopreneur melalui tiga fase utama, yaitu scouting, academy, dan summit. Program ini telah menginkubasi 162 technopreneur dari ribuan pendaftar, melibatkan ratusan juri dan mentor, serta menghadirkan berbagai sesi seminar dan mentoring intensif.
Ke depan, Telkomsel memastikan NextDev akan terus menjadi wadah kolaborasi yang membuka peluang networking, matchmaking, hingga potensi kemitraan strategis.
“NextDev akan terus kami kembangkan sebagai ekosistem yang tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga memperkuat dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Nugroho. (Imy)









