MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN – Upaya menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan di Kota Balikpapan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Mapolresta Balikpapan, Kamis (24/9/2026), dengan menghadirkan sejumlah komoditas pangan pokok dan strategis dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah kolaboratif dan strategis dalam mendukung pengendalian inflasi daerah,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.
Robi kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat.
“Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Dalam GPM tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dan strategis. Komoditas yang disediakan di antaranya beras, minyak goreng kemasan Minyakita, LPG 3 kilogram, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, sayuran, paket sembako, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.
Pelaksanaan GPM turut mendapat dukungan dari Perum Bulog Kanwil Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, PT Pertamina Patra Niaga, serta sejumlah kelompok tani binaan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan.
Robi menuturkan, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan strategis.
“Ketersediaan berbagai komoditas tersebut mendukung perluasan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Dia menambahkan, sinergi antara TPID Kota Balikpapan, Ditreskrimsus Polda Kaltim, pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, kelompok tani dan mitra strategis lainnya menjadi bagian penting dalam merespons dinamika harga dan pasokan pangan.
“Sinergi dan kolaborasi ini mencerminkan langkah responsif dan nyata dalam merespons dinamika pergerakan harga dan pasokan pangan,” ujarnya.
Robi menjelaskan, Gerakan Pangan Murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” katanya.
Menurut dia, penguatan koordinasi tersebut diperlukan agar langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara lebih responsif, terutama ketika terjadi perubahan harga maupun kondisi pasokan sejumlah komoditas pangan.
“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus didorong secara tepat waktu dan tepat sasaran dengan memperhatikan perkembangan harga, kondisi pasokan, serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Robi mengatakan, kolaborasi lintas lembaga akan terus diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung perekonomian daerah.
“Melalui penguatan kolaborasi antarlembaga, upaya pengendalian inflasi diharapkan semakin responsif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga inflasi Kota Balikpapan tetap terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. (Imy)







