Pertamina Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penguatan Kapasitas Petani Hortikultura di Balikpapan

Redaksi IDC | Thursday, 25 June 2026 | 14:54
ketahanan pangan

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Lahan serta Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hasil Pertanian yang digelar pada Selasa (23/6) di Balai Penyuluhan KB Balikpapan Selatan, Sepinggan Raya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani binaan agar mampu mengelola lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Di tengah tantangan kenaikan harga pangan dan keterbatasan lahan produktif di kawasan perkotaan, masyarakat didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui budidaya hortikultura yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 anggota dari tiga kelompok tani binaan di kawasan Sepinggan Raya. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif juga berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan Pertamina tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana pertanian, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.

“Melalui program pemberdayaan masyarakat bersama kelompok tani binaan, kami tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan yang menghadirkan pakar pertanian. Pada kesempatan ini, kami turut menyalurkan dukungan berupa alat semprot, pupuk, serta bahan pembenah tanah untuk membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat,” ujar Edi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengolahan tanah, pengelolaan unsur hara dan pemupukan, pembuatan kompos, budidaya tanaman hortikultura, hingga pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan ramah lingkungan.

Salah satu kelompok binaan yang merasakan manfaat program ini adalah Kelompok Tani Hidayat Sepinggan 1 yang dipimpin Rahman. Saat ini kelompok tersebut mengelola lahan pertanian produktif seluas sekitar empat hektare dengan berbagai komoditas, antara lain cabai, timun, jagung, singkong, dan ubi.

“Selama hampir lima tahun menjadi mitra binaan AFT Sepinggan, kelompok tani kami terus berkembang dan mampu membudidayakan berbagai komoditas hortikultura secara berkelanjutan. Dukungan yang diberikan, mulai dari pembangunan embung, bantuan sarana pertanian hingga pelatihan, sangat membantu meningkatkan produktivitas. Jika sebelumnya sebagian besar anggota bekerja sebagai buruh lepas, kini banyak yang telah beralih menjadi petani dan memperoleh penghasilan yang lebih baik dari hasil panen yang dipasarkan langsung ke pasar tanpa melalui tengkulak,” kata Rahman.

Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi kelompok. Hasil panen dipasarkan secara langsung tanpa perantara sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani. Pola pengelolaan yang semakin baik secara bertahap turut meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pertamina juga telah menyalurkan berbagai bantuan penunjang, antara lain pembangunan embung penampung air, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pupuk kandang, mulsa, bibit tanaman, serta pelatihan pengelolaan lahan dan pembuatan pestisida nabati.

Edi menambahkan bahwa salah satu fokus pendampingan perusahaan adalah membantu petani mengatasi tantangan kualitas lahan agar mampu mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Salah satu tantangan yang dihadapi petani di lokasi ini adalah tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi. Melalui pendampingan dan pemanfaatan berbagai sarana yang diberikan, kondisi tanah yang sebelumnya memiliki pH sekitar 3 kini meningkat menjadi sekitar 6,5. Perbaikan kualitas lahan ini menjadi fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan budidaya pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” tutup Edi. (Imy)