Trafik WhatsApp Melonjak, Telkomsel Ungkap Tren Digital Selama Idulfitri

Redaksi IDC | Wednesday, 15 April 2026 | 08:57
trafik

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Lonjakan aktivitas digital selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H membentuk pola baru dalam cara masyarakat berkomunikasi. Telkomsel mencatat aplikasi pesan instan menjadi kanal utama silaturahmi, dengan WhatsApp sebagai penyumbang trafik tertinggi.

“WhatsApp mencatat pertumbuhan payload paling tinggi, naik 38,13 persen dibanding hari biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan pesan dan panggilan digital untuk menjaga kedekatan,” ujar VP Area Network Operations Telkomsel Pamasuka Anky Arief Priyagung.

Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode RAFI 2026. Data internal Telkomsel menunjukkan pergerakan pelanggan antarwilayah mencapai puncak pada H+2 Idulfitri dengan total 807 ribu pelanggan. Arus terbesar mengarah ke Sulawesi sebanyak 390 ribu pelanggan, disusul Kalimantan 284 ribu dan Papua 132 ribu.

“Pergerakan ini berbanding lurus dengan kebutuhan konektivitas. Ketika masyarakat bergerak, kebutuhan untuk tetap terhubung justru semakin tinggi,” kata Anky.

Lonjakan tersebut turut mendorong peningkatan trafik data secara keseluruhan. Telkomsel mencatat payload puncak mencapai 17,4 PetaByte atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan hari normal.

“Ini bukan hanya soal volume, tapi juga perubahan perilaku digital. Komunikasi kini benar-benar bergeser ke platform digital,” ujarnya.

Selain WhatsApp, aktivitas digital juga didominasi oleh TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube. Dari sisi kategori, layanan komunikasi menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 37,32 persen.

“Aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, dan Facebook Messenger menjadi tulang punggung komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri,” kata Anky.

Kategori media sosial juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 34,61 persen. Sementara itu, sektor e-commerce seperti TikTok Shop, Shopee, dan Tokopedia tumbuh 29,7 persen.

“Ini menandakan bahwa masyarakat tidak hanya berkomunikasi, tapi juga aktif mengonsumsi konten dan bertransaksi secara digital selama momen Lebaran,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Telkomsel telah melakukan penguatan jaringan sejak awal Ramadan. Sebanyak 71 titik prioritas diperkuat, mencakup jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, hingga area permukiman.

“Kami tidak menunggu lonjakan terjadi. Penguatan sudah dilakukan lebih awal dengan pendekatan berbasis analitik dan machine learning,” tegas Anky.

Ia menambahkan, pemantauan jaringan juga dilakukan secara end-to-end menggunakan teknologi berbasis AI melalui Autonomous Network.

“Hasilnya, 97,2 persen gangguan di titik prioritas dapat diselesaikan tepat waktu, dengan tingkat ketersediaan layanan mencapai 99,5 persen,” ungkapnya.

Meski terjadi lonjakan signifikan di sejumlah daerah tujuan mudik seperti Jeneponto, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Tengah, kualitas layanan tetap terjaga. Hal serupa juga terlihat di destinasi wisata seperti Tanjung Bira dan Pantai Liang yang mencatat trafik tinggi.

“Fokus kami adalah memastikan pelanggan tetap nyaman. Baik saat mudik, berwisata, maupun saat bersilaturahmi secara digital,” ujar Anky.

Ia menegaskan bahwa momen Ramadan dan Idulfitri menjadi tolok ukur penting bagi performa jaringan. “Kami terus memantau dan memperkuat layanan di lapangan. Tujuannya sederhana, agar setiap pelanggan bisa menjalani momen Lebaran dengan koneksi yang andal,” tutupnya. (Imy)