
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menargetkan akselerasi signifikan penggunaan QRIS pada tahun 2026 dengan sasaran 83,8 juta transaksi dan 305 ribu merchant di wilayah kerja Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Target tersebut menjadi bagian dari strategi utama mendorong digitalisasi ekonomi daerah, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga mendukung optimalisasi pendapatan daerah serta memperkuat inklusi keuangan masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi pada Kamis (29/ 01/ 2026).
Kata Robi menjelaskan percepatan digitalisasi dilakukan melalui sinergi dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Implementasi elektronifikasi difokuskan pada sektor strategis seperti pasar tradisional, parkir, dan transportasi terpilih. Elektronifikasi di sektor-sektor tersebut diharapkan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah keterbatasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada 2026.
Selaini itu, kata Robi, edukasi dan kampanye QRIS juga terus diperluas melalui program SEMARAK QRIS (Sinergi Mewujudkan Akselerasi QRIS) bersama perbankan. Program ini diperkuat dengan kompetisi inovasi dan akuisisi merchant QRIS, serta edukasi masif kepada komunitas pendidikan, industri, organisasi kemasyarakatan, olahraga, hingga kolaborasi dengan media dan pemanfaatan media sosial.
Puncak kampanye digitalisasi akan digelar melalui Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026 yang berfokus pada peningkatan penggunaan QRIS.
“Rangkaian kegiatan meliputi user experience pembayaran nontunai, sosialisasi kebijakan sistem pembayaran, showcasing ekosistem keuangan digital, hingga kegiatan FENTURUN 2026,” kata Robi antusias.
Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah
Di sisi stabilitas harga, KPwBI Balikpapan memperkuat kolaborasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Penguatan dilakukan melalui peningkatan frekuensi Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah (PM), dan Operasi Pasar (OP), khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami akan terus mendukung fasilitasi distribusi pangan, memperkuat kerja sama antar daerah dengan sentra produksi, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan,” jelasnya.
KPwBI juga memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana produksi bagi kelompok tani, perikanan, dan peternakan, serta mendorong business matching antara produsen pangan dan berbagai offtaker guna menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Penguatan UMKM dan Akses Pasar
Robi berujar, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM menjadi fokus utama. Program mencakup workshop, bantuan teknis, pendampingan, hingga business pitching dan matching dengan buyer dalam dan luar negeri, bekerja sama dengan Ekspor Center Kalimantan Timur.
“UMKM akan didorong untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, penguatan branding dan kemasan, serta perluasan akses pasar online maupun ekspor,” ujarnya.
Penguatan tata kelola keuangan usaha juga dilakukan melalui pemanfaatan aplikasi SIAPIK, edukasi manajemen usaha, serta literasi keuangan yang disinergikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan, termasuk business matching pembiayaan.
Kata Robi menjelaskan pertumbuhan inklusif turut diperkuat melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk perluasan ekosistem halal, penguatan ekonomi sosial syariah seperti wakaf digital, serta pemberdayaan ekonomi pesantren.
“Fasilitasi sertifikasi halal dan akses pembiayaan syariah menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem halal dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren,” kata Robi.
Optimalisasi Layanan Kas dan Edukasi Rupiah
Di bidang pengelolaan uang rupiah, kata Robi, BI Balikpapan akan menggelar program SERAMBI pada periode Ramadhan dan Idul Fitri melalui layanan penukaran berbasis website PINTAR dengan mekanisme cash dan QRIS.
Kegiatan kas keliling retail, kas terpadu, hingga kas keliling susur pantai bekerja sama dengan TNI AL juga kembali dilaksanakan untuk menjangkau wilayah pesisir Balikpapan, PPU, dan Paser.
“Selain itu, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah terus diperkuat melalui program BERLIAN dan Training of Trainers kepada duta muda, guru, serta komunitas pendidikan,” kata Robi menjelaskan.
Adapun program tahun 2026 akan dijalankan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kata Robi sinergi adalah kunci agar pengendalian inflasi tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
“Program baru di tahun 2026 Berlian, suatu program edukasi mengenal dan cinta rupiah di lingkungan kelurahan. Tema kami fokus menjaga inflasi,” kata Robi lagi. (Imy)









