“Yuk, Hormati Hari Kemerdekaan dengan Kibarkan Merah Putih, Bukan Bendera Fiksi!

Redaksi IDC | Wednesday, 06 August 2025 | 11:36
1000472975

MEDIAONLINEIDC.COM; Balikpapan– Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga makna dan kesakralan momen kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan perjuangan bangsa. Ajakan ini disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan– Zulkifli, sebagai respons atas fenomena munculnya bendera bertema fiksi seperti One Piece yang mulai berkibar di beberapa titik menjelang perayaan 17 Agustus.

“Kita paham bahwa masyarakat memiliki kreativitas dan kebebasan berekspresi. Namun, untuk momen sakral seperti Hari Kemerdekaan, mari kita tempatkan simbol yang tepat – yaitu Merah Putih. Itu adalah bentuk penghormatan kita terhadap sejarah dan perjuangan bangsa,” ujar Zulkifli pada Selasa (06/08/2025).

Zulkifli mengatakan pengibaran bendera fiksi bukan pelanggaran hukum langsung, namun berpotensi memicu salah paham di tengah masyarakat, apalagi jika dikaitkan dengan isu sensitif lainnya.

“Jangan sampai simbol hiburan atau komunitas malah menimbulkan konflik sosial. Mari saling menghargai dan tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang dewasa dalam menyikapi kebebasan berekspresi,” ujarnya.

“Kami juga meminta kerja sama para ketua RT, LPM, Babinsa, hingga tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga. Bila ditemukan pengibaran bendera non-resmi, diimbau agar diturunkan secara persuasif dan damai, kata Zulkifli menambahkan.

TNI: Mari Bersatu Jaga Makna Kemerdekaan

Senada juga disampaikan Kapten Inf. Budiyanto– Danramil 0905/BPN. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mencampuradukkan simbol perjuangan bangsa dengan ikon fiksi yang bisa mengaburkan makna kemerdekaan.

“Bendera fiksi seperti One Piece memang tidak dilarang undang-undang selama tidak lebih tinggi dari Merah Putih. Namun, momen 17 Agustus bukan ruang untuk simbol hiburan atau protes terselubung,” kata Budi menekankan.

Budi juga menyoroti adanya pihak-pihak yang menumpangi tren tersebut dengan isu pemblokiran bank dan konflik lahan yang saat ini ramai diperbincangkan. Budiyanto mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap fokus pada semangat nasionalisme.

“Ini momen perjuangan. Mari kita bersama lurah, RT, Babinsa, dan seluruh elemen masyarakat jaga kondusivitas. Hormati kemerdekaan dengan simbol resmi negara,” ujarnya.

“Mari kibarkan Merah Putih di setiap rumah, bukan yang lain,” kata Budi menambahkan. (Imy)