
MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Sebagai salah satu pusat industri minyak dan gas, logistik, serta sumber daya alam, Teluk Balikpapan memegang peran strategis baik dari sisi ekologis maupun ekonomi. Untuk menjaga kelancaran operasional dan keberlanjutan ekosistem laut, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan melalui Tim Subsurface Integrity & Inspection Engineering (SSIE) mengimplementasikan inovasi terbaru dengan memasang Clamp Underwater pada Subsea Pipeline (SPL) 20 inch.
“Pemasangan clamp ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan dan mitigasi terhadap pipa bawah laut yang mengalami penipisan material di bawah ketebalan minimum yang diatur oleh standar ASME B31.4,” ujar Dodi Yapsenang, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan.
Kata Dodi menjelaskan, perusahaan terus berinovasi dengan memanfaatkan pengalaman panjang dalam operasional di kota ini. Ia juga menegaskan bahwa PT KPI Unit Balikpapan bukan hanya untuk urusan bisnis, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat Balikpapan,” ujar Dodi.
Clamp SPL 20 inch dipasang menggunakan metode three-layer sealing compound, yang berfungsi untuk memperkuat area pipa yang terpengaruh, memastikan jalur pipa tetap beroperasi secara aman dan normal. Proses fabrikasi clamp dilakukan berdasarkan desain yang telah disimulasikan dan dihitung menggunakan software Ansys Structural serta merujuk pada standar teknis yang berlaku.
“Desain dan perhitungan dilakukan dengan teliti untuk memastikan keamanan dan keandalan sebelum implementasi di lapangan. Tim SSIE yang kompeten di bidangnya telah berhasil mengusulkan dan melaksanakan inovasi ini dengan sangat baik,” Dodi.
Proses pemasangan dilakukan oleh PT PME dengan dukungan tim penyelam profesional yang berpengalaman dalam underwater maintenance.
Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen PT KPI Unit Balikpapan dalam menjaga keandalan fasilitas operasional, khususnya pada sistem perpipaan bawah laut. Langkah ini juga mendukung kelancaran distribusi energi nasional secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan.
“Seluruh instalasi berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan prosedur keselamatan kerja yang telah ditetapkan,” ujarnya optimis. (*/ Imy)








