Jumat, 25 September 2026

Pertamina Perkuat Pelayanan SPBU di Kaltim

Redaksi IDC | Friday, 25 September 2026 | 17:31
22832

MEDIAONLINEIDC.COM; SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kondisi aman. Penyaluran ke sejumlah lembaga penyalur juga terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di wilayah Kaltim.

“Kami berterima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat dalam mengikuti ketentuan pelayanan di SPBU,” kata Edi, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, Pertamina memahami BBM menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, menjalankan usaha hingga memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami memahami BBM dibutuhkan untuk bekerja, menjalankan usaha, dan memenuhi keperluan keluarga. Karena itu, stok BBM terus kami pantau dan penyaluran terus kami optimalkan,” ujarnya.

Edi menambahkan, Pertamina juga bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperkuat pelayanan di SPBU.

“Kami bersama pihak terkait terus berupaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin nyaman dan penyaluran BBM berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, menjelaskan penguatan pelayanan dilakukan dengan sejumlah langkah, salah satunya menambah jumlah SPBU yang menyalurkan Pertalite.

“Penguatan pelayanan ini salah satunya melalui penambahan jumlah SPBU yang menyalurkan Pertalite,” jelas Narotama.

Selain itu, Pertamina melakukan pemetaan terhadap kondisi SPBU di Kaltim. Pemetaan tersebut mencakup ketersediaan dan jumlah nozzle Pertalite yang dapat digunakan untuk melayani konsumen.

“Melalui pemetaan ini, kami mengoptimalkan penggunaan nozzle Pertalite sesuai kondisi masing-masing SPBU,” ujarnya.

Narotama mengatakan kebutuhan pelayanan di setiap wilayah menjadi salah satu pertimbangan Pertamina dalam melakukan pengaturan di lapangan.

“Kebutuhan pelayanan di setiap lokasi juga kami perhatikan. Harapannya, langkah yang dilakukan dapat membantu memperlancar proses pengisian BBM bagi masyarakat,” katanya.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengkaji pengaturan jam operasional SPBU sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.Narotama menyebut pengaturan jam operasional tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat kebutuhan pelayanan, tetapi juga harus mempertimbangkan sejumlah aspek.

“Penyesuaian jam pelayanan perlu disiapkan bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapan personel, sarana dan prasarana SPBU hingga distribusi BBM dari Fuel Terminal menjadi bagian yang harus diselaraskan.“Kalau waktu pelayanan diperpanjang, kami akan menyelaraskan pengiriman BBM, kesiapan petugas, dan pengawasan,” ujarnya.

Narotama menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tertib.

“Tujuannya agar masyarakat memperoleh pelayanan yang tertib dan kebutuhan BBM dapat dilayani dengan baik,” katanya.

Di sisi lain, Pertamina bersama pengelola SPBU juga memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Pengawasan dilakukan dengan memastikan prosedur pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Salah satunya melalui pemeriksaan kesesuaian QR Code dengan kendaraan yang terdaftar serta mencegah pembelian berulang yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pertamina mengimbau masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat.Sementara informasi terkait produk dan layanan Pertamina dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 serta akun media sosial @pertaminapatraniaga dan @pertamina135. (Imy)